Membaca……..pentingkah?


Freddy Pattiselanno (Universitas Negeri Papua, Manokwari)
 

gambar-2Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat, tanpa disadari kita sudah berada di bulan April. Sangat menyesal karena berbagai kesibukan membuat saya tidak sempat mengisi tulisan pada bulan Maret lalu. Beberapa bulan terakhir ini kesibukan di kampus juga di rumah membuat komitmen saya untuk mengisi tulisan setiap bulan di blog menjadi luntur. Tapi awal bulan ini ketika sedang bekerja di perpustakaan saya sungguh tergugah dengan tulisan yang ditampilkan di pintu masuk perpustakaan “Reading is food for the soul”. Cepat-cepat saya mengambil kamera yang selalu siap di “back pack” saya dan mengambil gambar tulisan tersebut. Petugas perpustakaan yang melihat ulah saya kemudian senyum-senyum sendiri diikuti oleh beberapa pengunjung yang melintas ketika saya mengambil gambar. Apa yang tertulis sungguh menyentuh perasaan saya karena pada tahapan dimana kita akan menulis apa saja (cerita, laporan, opini, tugas, dll) kita membutuhkan kosa kata (vocabulary) yang akan membantu kita dalam mengkonstruksi tulisan kita. Karena itu kalau kita kurang banyak membaca, sudah bisa dibayangkan betapa sulitnya kita meyelesaikan tugas yang memerlukan bahan bacaan sebagai sumber informasi yang dibutuhkan.

Continue reading

Pulau-pulau satelit di kawasan Teluk Cenderawasih: pulau kecil dengan potensi yang besar


Freddy Pattiselanno (Universitas Negeri Papua, Manokwari)

Pulau kecil, mengapa penting?

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki 18.306 pulau dengan garis pantai terpanjang nomor empat di dunia, yaitu sepanjang 95.181 km. Sudah banyak diketahui bahwa kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil Indonesia mempunyai sumber daya hayati yang tinggi, dengan kontribusi terbesar untuk pemenuhan kebutuhan protein masyarakat dari perikanan pesisir dan laut.
Continue reading

Mengapa, mengapa hutanku hilang ……… dan tak pernah tumbuh lagi?


Freddy Pattiselanno (Universitas Negeri Papua, Manokwari)

Bagian syair dari lagu berjudul Kemarau yang dilantunkan group “The Rollies” pada tahun 70-an saat ini sepertinya menjadi kenyataan di mana-mana. Mengapa, mengapa hutanku hilang dan pernah tumbuh lagi? Ini menjadi pertanyaan kita semua….kemana hilangnya hutan kita?

Continue reading

Mengenal lebih dekat Danau Sentani, salah satu situs budaya & lingkungan di Tanah Papua


Freddy Pattiselanno & Agustina Y.S. Arobaya (Universitas Negeri Papua, Manokwari)

Profil Danau Sentani

Terletak di Kabupaten Jayapura, Propinsi Papua pada ketinggian 70 – 90 m dpl, pada posisi 2o33’- 2o41’ S, 140o38’ – 140o38’ E , Danau Sentani membentang di sepanjang Distrik Sentani Timur, Distrik Sentani dan Distrik Sentani Barat dengan sebagian kecil wilayahnya berada di Distrik Abepura Kota Jayapura. Secara fisik, danau Sentani memiliki luas perairan sekitar 9630 ha dengan kedalaman rata –rata 52 m, dan terletak pada ketinggian 72 m di atas permukaan laut. Gbr 1. Danau Sentani (Google earth)
Continue reading

Forests for people or people for forests: Notes from Papua


Freddy Pattiselanno & Agustina Arobaya (Universitas Negeri Papua, Manokwari).

 

Indonesia’s Papua and West Papua provinces on New Guinea encompass 404,600 km or approximately 42 million hectares (Baplan 2002) of which 80% is tropical forest. The term of “Papua” on its own, is used to represent both the provinces of Papua and West Papua. It is currently considered an area of global s priority for biodiversity conservation due, in part to, the species rich forest environment for the Australopapuan fauna as well as many uniquely New Guinean species (Robbins 1971 mentioned in McPhee 1988).

Continue reading

Jamu untuk ternak….apa tidak salah?


Freddy Pattiselanno (Laboratorium Peternakan Universitas Negeri Papua, Manokwari)

Jamu adalah sebutan untuk obat tradisional dari Indonesia.  Belakangan populaer dengan sebutan herba atau herbal, karena dibuat dari bahan-bahan alami berupa bagian dari tumbuhan seperti rimpang (akar-akaran), daun, kulit batang dan buah.  Dahulu, minum jamu merupakan tradisi yang dilakukan oleh para puteri keraton Jawa untuk menjaga keindahan tubuhnya.  Tetapi saat ini kebiasaan tersebut telah memasyarakat, sehingga tujuan minum jamu semakin meluas mencakup untuk kesehatan.

Continue reading

Pusat keragaman hayati laut dunia dalam bahaya


Freddy Pattiselanno & Agustina Arobaya (Universitas Negeri Papua – UNIPA Manokwari)

Kapala Burung Papua (KBP)

Wilayah KBP (Google Earth)

Wilayah KBP (Google Earth)

Semenanjung Kepala Burung Papua (KBP) terletak di jantung “Coral Triangle(CT) di timur Indonesia, meliputi lebih dari 22,5 juta hektar laut dan pulau-pulau kecil di Papua BaratKBPdikenal sebagai daerah dengan keragaman spesies karang  dan ikan terkayadi dunia. Hal ini pula yang menjadikan kawasan ini sebagai pusat keanekaragaman hayati laut tropis dangkal duniaNamun,kawasan laut ini juga termasuk habitat penting untuk spesies laut yang terancam seperti penyu, hiu, paus, lumba-lumba, duyung dan buaya.

Continue reading

A nesting ground of Dusky Megapode (Megapode freycinet Gaimard) at the coastal of Rumberpon Island


Freddy Pattiselanno (Megapode Specialist Group; Animal Science Laboratory, Universitas Negeri Papua, Manokwari)

 

megapodius_freycinet_copy1There are 22 species of Megapodes (Megapodiidae, Galliformes) that rely on external sources of heat to incubate their eggs: bury in volcanic soils, in soils heated by the sun or in mounds of rotting leaves (Jones et al., 1995). It was recognized that 15 species of megapode species were found in Indonesia (Argeloo and Dekker, 1996). Megapodius freycinet (Gaimard) known as Dusky Scrubfowl (Sujatnika et al. 1992) or Dusky Megapode (Argeloo, 1997), classified as Indonesian endemic birds that geographically distributed among North Mollucas, New Guinea and its satellite islands (Rand and Gilliard, 1967; Sujatnika et al. 1992).

Continue reading

Sudahkah anda tahu? Penggunaan pinang sebagai obat cacing pada ternak


Freddy Pattiselanno (Staf Pengajar di Fakultas Peternakan Perikanan & Ilmu Kelautan Universitas Negeri Papua, Manokwari)

pinangDi Maluku dan Papua pinang termasuk jenis tanaman khas, baik karena penyebarannya yang hampir merata di seluruh wilayah dan kegunaannya sebagai ramuan sirih pinang yang telah memasyarakat.  Tanaman pinang merupakan komoditi tradisional yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi di masyarakat konsumennya.  Pinang umumnya ditanam oleh masyarakat secara khusus mereka di kawasan pesisir sebagai tanaman pekarangan.

Bagi masyarakat yang sering memanfaatkannya, pinang dikenal sebagai stimulansia yang dicampur dengan sirih dan kapur atau terkadang dicampur tembakau.  Tetapi bagi peternak atau mereka yang berkecimpung di bidang peternakan walaupun belum dikenal secara meluas, pinang sangat besar khasiatnya, karena kandungan zat kimianya yang dapat digunakan untuk mengobati ternak yang sakit.

Mengenal pinang

Pinang sirih (Areca catechu Linn) merupakan jenis tanaman dengan nilai ekonomis tinggi dibandingkan jenis lainnya.  Penyebaran jenis pinang ini banyak terdapat di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Continue reading

Banjir Manado, perubahan iklim global dan pembangunan berkelanjutan


Freddy Pattiselanno (Alumni SMA Negeri 1 Manado –1982-1985)

Dampak Banjir ManadoPengalaman banjir Manado di awal tahun 2013 kali ini benar-benar menjadi catatan tersendiri bagi masyarakat dan Pemkot Manado. Pemberitaan banjir baik melalui media lokal dan maupun nasional sungguh menjadi satu tanda tanya besar di tengah-tengah gencarnya pembangunan ekonomi dan bisnis yang cenderung meningkat secara signifikan di Manado.
Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 862 other followers

%d bloggers like this: