SERIUS = Satwa Endemik Papua Rentan Ijin Usaha Ilegal dan Selundupan


Freddy Pattiselanno (Sub-laboartorium Budidaya Satwa Harapan, Fakultas Peternakan UNIPA)

Pendapat berbagai pihak tentang penyelundupan satwa endemik Papua ke luar daerah yang terjadi di Sorong ramai diberitakan di media masa. Selain itu juga harapan akan penyelamatan Cenderawasih sebagai hewan sakral masyarakat Papua sempat mengemuka. Pernyataan-pernyatan dan komentar yang diberikan merupakan masukan berguna bagi pihak-pihak yang terkait dengan perlindungan dan penyelamatan satwa untuk ditindak lanjuti. Mungkin saja hal itu sudah berlangsung lama tetapi baru saja terungkap, sehingga peran aktif semua pihak diperlukan untuk penanganan masalah ini secara serius. Sebenarnya kegiatan ilegal yang dilakukan terhadap satwa liar disebabkan karena nilai yang melekat pada satwa itu sendiri.
Continue reading

EURO 2016 &“PERTANDINGAN IMAN”


Pembacaan Alkitab: 1 Korintus 9: 24-26

Portugal Juara Euro 2016

Portugal Juara Euro 2016

Kita baru saja menyaksikan even berkelas dunia “Euro 2016” atau Kejuaraan Sepak Bola Eropa UEFA 2016. Kejuaraan ini diselenggarakan di Perancis, dimulai tanggal 10 Juni dan diakhiri 10 Juli 2016 lalu. Ada 24 negara yang dibagi dalam 6 group yang berbeda berkompetisi memperebutkan juara Eropa 2016. Pada akhirnya di laga final, Portugal keluar sebagai juara Eropa yang baru setelah mengalahkan tuan rumah Perancis dengan angka 1-0.
Continue reading

Meneropong Profil Provinsi Konservasi Papua Barat menggunakan lensa Hari Lingkungan Hidup (HLH) 2016


Oleh: Agustina Y.S. Arobaya (Fahutan UNIPA) & Freddy Pattiselanno (Fapet UNIPA)

Provinsi Konservasi Papua Barat saat ini

Isu tentang Provinsi Konservasi Papua Barat sejak dideklarasikan pada tanggal 19 Oktober 2015 yang lalu bukanlah merupakan hal yang baru bagi setiap lapisan masyarakat di Papua Barat. Dalam setiap kesempatan baik formal maupun informal isu ini terus diperkenalkan dan disosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat oleh pihak pemerintah dan tim POKJA  yang telah dibentuk untuk mengawal dan merencanakan proses penyelenggaraan Provinsi Konservasi Papua Barat.
Continue reading

Betonisasi Manokwari


Freddy Pattiselanno (Mengajar Pengantar Ilmu Lingkungan di Fakultas Peternakan, Universitas Papua)

Agustina Y.S. Arobaya (Kepala Laboratorium Konservasi dan Lingkungan Hidup Fakultas Kehutanan, Universitas Papua)

Sekilas, Manokwari dalam angka
Berdasarkan data dari BPS Papua Barat (2014), saat ini Manokwari memiliki jumlah penduduk sebanyak 150.179 orang yang tersebar di 160 kampung dan 9 distrik dengan luas kurang lebih 14.448,50 km2.

 

Kota Manokwari di sepanjang Teluk Doreri

Kota Manokwari di sepanjang Teluk Doreri

Pertambahan usia kota Manokwari (8 November 2016 akan berusia 118 tahun) berbanding terbalik dengan luas wilayah administrasinya. Artinya bahwa dengan pertambahan usia, luas wilayah administrasi Manokwari semakin menyusut. UU No. 23/2012 telah menetapkan Distrik Ransiki, Oransbari Neney, Dataran Isim, Momi Waren dan Tahota sebagai bagian dari kabupaten yang baru yaitu Kabupaten Manokwari Selatan dengan luas wilayah 3.041,66km2, ibukota pemerintahan berada di Boundij, Distrik Ransiki.

Continue reading

Menyoal potensi konflik penyelenggaraan “Provinsi Konservasi” Papua Barat


Agustina Y.S. Arobaya (Kepala Laboratorium Konservasi dan Lingkungan) & Freddy Pattiselanno (Peneliti pada Divisi Pembangunan Berkelanjutan – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat)  Universitas Papua Manokwari
 

Mengapa harus menjadi Provinsi Konservasi Papua Barat?

Laporan resmi dari Biro Pusat Statistik menunjukkan bahwa sampai dengan Maret 2013, Papua Barat termasuk dalam delapan provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi (26.7%) kedua setelah Provinsi Papua (31.13%).

Kemiskinan terkadang mendorong manusia untuk memanfaatkan kekayaan sumberdaya alam secara berlebihan untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Karena itu pemerintah sangat bergantung pada industri ekstraktif hasil hutan kayu maupun hasil hutan bukan kayu – HHBK (rotan, getah damar, minyak atsiri dari masoi, gaharu dan kulit lawang). Selain itu industri migas, hak pengusahaan hutan dan pertanian modern menjadi modal sumberdaya alam untuk peningkatan pendapatan daerah.

Continue reading

Kenyangkan dan puaskan dahaga jiwamu pada Paskah kali ini.


Pembacaan Alkitab: Lukas 22: 14-23

Setiap kita memperingati Paskah yang selalu terbayang dalah ketika anak sekolah minggu mencari telur paskah. Paskah bukan saja memperingati kemenangan bagi semua orang percaya tetapi juga mau menunjukan kepada kita bahwa kemenangan itu diperoleh dengan cara menyerahkan tubuh dan darah Yesus sebagai korban untuk membayar lunas semua dosa kita.

Continue reading

Setia hingga akhir


Pembacaan Alkitab: Matius 26: 36-46

Tahun 2016 ini, hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan rohani menjadi bagian perenungan dalam blog ini. Tidaklah berlebihan karena relevan dengan tugas dan pekerjaan di kampus di satu sisi, tetapi juga keterlibatan kami dalam pembinaan mahasiswa di Kampus UNIPA bekerja sama dengan LPMI Manokwari. Lagi pula sebagai warga masyarakat, hubungan sosial dengan sesama juga menanti  kami untuk ikut terlibat dalam pelayanan kerohanian di lingkungan dimana kami berada.

Renungan pribadi  menjadi salah satu kategori baru berisi  bahan perenungan dalam pelayanan kerohanian baik di kampus, maupun di lingkungan gereja dimana kami ikut beribadah. Sejalan dengan Tri Panggilan Geraja: Bersaksi, Bersekutu dan Melayani, pelayanan bagi sesama juga relevan dengan Motto UNIPA “Ilmu Untuk Kemanusiaan” sehingga Renungan Pribadi ini merupakan kesaksian dalam kehidupan bermasyarakat.

Continue reading

Napak Tilas Manokwari-Kebar


Oleh: Freddy Pattiselanno (Sub-divisi Peningkatan Kapasitas CoE LPPM Universitas Papua, Manokwari).

Dimana Distrik Kebar?

462

Areal padangan alami

Kebar adalah salah satu distrik yang saat ini masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Tambrauw. Lembah Kebar (132o35’-134o45’BT dan 0o15’-3o25’LS) dikenal karena hampir sebagian besar wilayahnya adalah padang alang-alang dengan beberapa spot merupakan daerah berawa yang berada pada ketinggian 500-600m dpl. Salah satu potensi lembah Kebar adalah populasi rusa yang sebelumnya mendiami hampir sebagian besar lembah Kebar.

Continue reading

Kebutuhan dan rencana pengembangan program pelatihan di kampus


Yonathan Alberto1 Andre Wospakrik1 & Freddy Pattiselanno1,2
1Sub-divisi Peningkatan Sumberdaya – CoE Universitas Papua, Manokwari
2Fakultas Peternakan Universitas Papua, Manokwari

Kebutuhan pelatihan
Sub-divisi Peningkatan Sumberdaya berada dalam Divisi Pembangunan Berkelanjutan merupakan bagian dari LP2M UNIPA saat ini sedang menyusun daftar kebutuhan pelatihan bagi audiens kunci (peneliti pemula dan mahasiswa tingkat akhir) untuk meningkatkan kapasitas sumberdaya di kampus.

Continue reading

Marine Protected Areas and threats to terrestrial biota


Freddy Pattiselanno (Animal Science Department, Universitas Papua, Manokwari)

Why MPA?
According to the data from FAO (2000), approximately 1 billion people depend on fish as their primary source of animal protein. Indonesia’s 17,508 islands have a range of marine and coastal ecosystems that have been intensively commercial and subsistence utilized for various purposes. Exploitation of the coastal zone has an impact on habitat destruction and over-exploitation that continue to be the major problems facing marine resource in Indonesia.

These factors emphasize the urgent need to implement Marine Protected Area (MPA) management plans as part of an overall program to manage Indonesia’s marine resources. The program began in 1982 as part of the marine conservation effort that expected contributes to the sustainability of the nation’s marine resources.

Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,158 other followers

%d bloggers like this: