Manfaatkan barang bekas untuk peralatan kandang!


Freddy Pattiselanno

Laboratorium Produksi Ternak FPPK UNIPA

Aspek perkandangan memainkan peranan yang tidak kalah penting dalam sistem pemeliharaan ayam.  Setelah penetapan tipe kandang yang akan dibangun, maka langkah selanjutnya yaitu mempersiapkan peralatan kandang yang akan digunakan.  Peralatan kandang komersial banyak dijual di “Poultry Shop” atau sentral peralatan usaha peternakan di kota-kota besar.

Bagi kita di Papua, banyak kendala yang dihadapi untuk membeli peralatan tersebut, karena disamping ketersediaannya yang terbatas, harganya juga relatif lebih mahal.  Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan memanfaatkan barang bekas atau bahan-bahan yang ada di sekitar lingkungan kita.

Penjelasan berikut akan membahas beberapa peralatan kandang yang dibutuhkan dalam sistem pemeliharaan, baik yang dijual secara komersial ataupun melalui pemanfaatan barang bekas dan materi yang tersedia di sekitar lingkungan kita.

A.        Tempat Minum

Berbagai bentuk tempat minum banyak dijual secara komersial.  Selain bentuknya bervariasi, materi yang digunakan juga berragam, mulai dari plastik, seng dan lain sebagainya.  Jumlah tempat minum yang dibutuhkan harus disesuaikan dengan jumlah ayam yang akan dipelihara, agar ketersediaan air minum dapat dijamin.  Pada Gambar 1, terlihat berbagai bentuk tempat minum komersial yang diperuntukkan bagi anak ayam (kuri).  Tempat minum ini dilengkapi dengan jalur pengaman untuk tempat pijakan kaki anak ayam.  Dapat juga diberi batu kerikil yang sesuai dengan ukurannya untuk mencegah agar anak ayam tidak basah atau terrendam air minum.

Jika biaya kita tidak mencukupi untuk membeli tempat minum, usaha yang dapat dilakukan yaitu melalui pemanfaatan barang bekas, atau materi yang tersedia di alam sekitar kita.  Tempat minum dari bambu, kaleng bekas atau botol bekas (Gambar 2) dapat dibuat secara sederhana dan dimanfaatkan untuk memelihara ayam.  Bentuk dan ukuran tempat minum seperti ini dapat juga bervariasi tergantung pada bahan bekas yang dimanfaatkan.

Tempat minum dari logam atau bambu lebih cocok ditempatkan pada kandang individu (battery).  Sedangkan pada kandang koloni, dapat ditempatkan tempat minum dari kaleng atau botol bekas.  Tempat minum yang diperuntukkan bagi ayam dewasa dengan sistem pemeliharaan kelompok (postal/koloni) dapat digantung setinggi bahu ayam sehingga memudahkan untuk mencapainya dan mencegah tumpahnya air minum yang berdampak negatif terhadap kondisi kandang. Agar kebersihan lantai kandang tetap terjaga, dan selalu kering, dapat dirancang alat pengaman dari kayu atau seng yang diletakkan  di bawah tempat minum untuk menampung ceceran air.  Pada kandang battery, tempat minum sebaiknya diletakkan di bawah tempat makan supaya pakan tidak basah akibat cipratan air minum (Gambar 3).

B.     Tempat Makan

Sama halnya dengan tempat minum, tempat makan juga dapat dibagi menjadi dua macam sesuai dengan alas kandang yang digunakan.  Pada pemeliharaan dengan indukan cage, tempat makan diletakkan di luar kandang.  Sedangkan pada pemeliharaan dengan sistem litter, tempat makan berada dalam kandang, karena itu harus didesain baik dengan penyekat yang berfungsi untuk menjaga dan mencegah agar makanan tidak berhamburan keluar.  Hal ini berguna untuk mencegah pemborosan penggunaan pakan yang pada akhirnya secara ekonomis merugikan peternak.  Peletakan tempat makan dapat diperhitungkan dengan baik, agar jangan terlalu rendah sehingga menyebabkan pakan mudah tercecer, ataupun terlalu tinggi untuk menghindari benturan pada kepala ayam. Tempat makan yang dijual secara komersial adalah seperti pada.  Tetapi pemanfaatan materi yang ada di sekitar lingkungan kita juga dapat dilakukan dengan membuat tempat makan dari tripleks atau dari bambu (Gambar 4).

C.      Alat Pemanas / Indukan

Pemanas komersial yang umum digunakan secara yaitu menggunakan sumber listrik.  Alat ini berfungsi untuk sumber kehangatan bagi anak ayam.  Indukan yang dijual banyak dijumpai di toko peralatan unggas, tetapi dengan ketrampilan tertentu, alat ini dapat dibuat dari bahan seng atau tripleks.  Pada gambar terlihat indukan dari bahan seng dengan sumber listrik, atau dari triplek dengan sumber listrik (Gambar 5).  Indukan dengan sumber pemanas dari lampu minyak dapat juga digunakan, tetapi diusahakan agar jangan sampai berasap karena dapat mengganggu pernapasan anak ayam.  Selain itu diperlukan kontrol yang cukup untuk suhu pemanasan.

D.   Sangkar Bertelur

Bagi ayam petelur atau ayam buras yang menghasilkan telur, penempatan sangkar untuk tempat bertelur adalah hal yang penting diperhatikan.  Sangkar bertelur dapat dibuat dari papan atau triplek atau dapat juga memanfaatkan kotak kardus yang bisa didapat di toko-toko.  Dalam sangkar biasanya diberikan rumput kering yang berfungsi untuk memberikan rasa nyaman bagi induk ayam dan mencegah agar telur tidak pecah (Gambar 6).  Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penempatan sangkar, yaitu sebaiknya diletakkan pada tempat yang agak gelap di tengah kandang.

Dengan memperhatikan peralatan kandang yang diperlukan dalam system pemeliharaan ayam, diharapkan hasil yang maksimal dapat dicapai untuk meningkatkan produksi ternak ayam di pedesaan.  Hal yang perlu diingat bahwa peralatan tidak mesti yang mahal harganya.  Tetapi dengan sedikit ketrampilan yang dimiliki, kita bisa memanfaatkan barang bekas, atau material yang tersedia di alam dengan cuma-cuma.  Selamat mencoba, semoga sukses.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: