Melihat dari dekat pemeliharaan rusa di Manokwari


Freddy Pattiselanno

Laboratorium Produksi Ternak Fakultas Peternakan Perikanan & Ilmu Kelautam

Universitas Negeri Papua Manokwari (UNIPA) Email: freddy.pattiselanno@fppk.unipa.ac.id

Di Indonesia terdapat empat jenis rusa yang menyebar merata dari barat hingga ke timur Indonesia.  Semua jenis rusa masuk dalam daftar satwa yang dilindungi (appendix CITES), kecuali rusa Timor (C. timorensis) tergolong non-appendix.  Schroder (1976) menggolongkan rusa ke dalam kelas Mamalia, ordo Artiodactyla, sub-ordo Ruminansia dan family Cervidae.  Rusa Timor termasuk dalam genus Cervus sub-genus Rusa.

Di Papua, Rusa Timor (Cervus timorensis) merupakan jenis rusa yang diintroduksi oleh Belanda tahun 1928 di Merauke, Manokwari dan selanjutnya menyebar ke seluruh wilayah Papua.  Sebagai hewan yang dilindungi sejak jaman Belanda, peluang pengembangan rusa untuk diternakkan semakin memungkinkan sejak dikeluarkannya SK Mentan No.362/Kpts/TN.120/5/1990. Saat ini pemanfaatan rusa di Papua umumnya untuk memenuhi sumber protein hewani keluarga. Selain itu juga  kepala rusa jantan yang telah diofset menjadi hiasan merupakan sumber penerimaan bagi rumah tangga di derah yang merupakan kantong penyebaran rusa.

Praktek pemeliharaan rusa beberapa tahun terakhir ini banyak ditemukan di Manokwari.  Dalam kegiatan praktek Mata Kuliah Budidaya Aneka Ternak dan Satwa, mahasiswa Program Studi Produksi Ternak dan Nutrisi dan Makanan Ternak di Fakultas Peternakan Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Negeri Papua coba mendata pemelihara rusa di sekitar kota Manokwari.  Sebanyak delapan orang responden yang memelihara rusa model backyard tersebar di Amban, Fanindi, Kampung Ambon, Wosi dan Rendani dengan rusa peliharaan berjumlah14 (empat belas) ekor rusa berada pada kisaran umur 2 – 6 tahun terdata selama kegiatan praktek berlangsung.

Rusa yang dipelihara umumnya merupakan hasil buruan yang kondisinya masih baik, atau anakan rusa yang dipelihara sejak kecil.  Umumnya peternak tidak menyediakan kandang tetapi rusa diumbar (diikat) di halaman rumah (62,5%) ataupun di tempat umum seperti lapangan ataupun pinggiran jalan (37,5%) menggunakan tali yang bervariasi antara 3-6 meter sejak jam 08.00 pagi hingga 18:00 sore.  Fenomena ini wajar dan menurut Naipospos (2003) daya adaptasi rusa terhadap lingkungannya cukup tinggi karena itu pengembangannya sebagai hewan ternak lebih efisien karena kebutuhan lahannya relatif lebih sempit.

Ternyata bahwa sebagian besar peternak (75%) memberikan air minum kepada ternak rusa peliharaannya sedangkan 25% sisanya tidak memberikan air minum. Menurut pengakuan peternak rusa sanggup bertahan dalam sehari tidak mengkonsumsi air minum, karena itu ada dua orang peternak yang sama sekali tidak menyiapkan air minum bagi ternak peliharaannya ketika diumbar pada siang hari.  Pemberian air minum dilakukan setelah sore hari pada saat ternak beristirahat.  Hal yang sama dikemukakan Badarina (1995) bahwa dibandingkan ternak lain, rusa lebih tahan terhadap kekurangan air. Tabel 1 menunjukkan secara terinci tatalaksana pemberian pakan pada rusa peliharaan.

Tabel 1. Tatalaksana pemberian pakan dan air minum

No Pemberian air minum Pakan utama Pemberian pakan tambahan Pakan 

Tambahan

Frekuensi (kali)
1 Ada Rumput lapangan Ada Daun ubi 2 (P – Sr)
2 Ada Imperata cylindrica Ada Daun pakis 2 (Si – Sr)
3 Ada Penisetum purpureum Tidak
4 Ada Daun pisang Ada Sisa makanan 2 (Si – Sr)
5. Ada Rumput lapangan Ada Kulit pisang 1 (P)
6. Tidak Melinis minutiflora Tidak
7. Tidak Daun beluntas (Pluchea indica (L) Less) Tidak
8. Ada Penisetum purporopoides Ada Sisa sayuran 2 (P – Sr)

Keterangan: P = Pagi, Si = Siang, Sr = Sore

Hasil ini tidak jauh berbeda dengan hasil penelitian Wirdateti, dkk (1997) di Taman Safari Indonesia dimana pakan yang diberikan adalah rumput raja dan gulma kebun, ubi jalar dan wortel serta pakan konsentrat komersial.  Sedangkan di dalam penangkaran di Nusa Tenggara Timur pakan yang biasa diberikan pada rusa Timor antara lain rumput Gajah (P. Purpureum), rumput Raja (P. Purpureopoidhes), turi (Sesbania grandiflora), lamtoro (Leucaena leucocephala), beringin (Ficus benjamina) dan kabesak (Acacia leucocepahala) (Tekandjanji dan Gersetiasih, 2002).

Kenyataan ini menunjukan bahwa pakan bukan merupakan faktor pembatas bagi rusa, karena kemampuan adaptasinya terhadap pakan dengan kualitas dan kuantitas yang tersedia.  Hal ini cukup beralasan karena rusa memiliki kemampuan mengkonsumsi rumput dan hampir semua jenis daun sekaligus, dan mendukung pernyataan Naipospos (2003) bahwa rusa mampu beradaptasi dengan baik terhadap dukungan pakan yang relatif mudah serta kondisi agroekosistem yang sesuai.

Rusa yang meskipun termasuk jenis satwa yang dilindungi, saat ini ternyata berpotensi untuk dikembangkan dan dibudidayakan, karena potensinya ekonominya yang baik.   Daya adaptasi rusa terhadap lingkungannya cukup tinggi dan pengembangannya sebagai hewan ternak lebih efisien karena kebutuhan lahannya relatif lebih sempit. Selain itu juga daya tahan rusa terhadap penyakit cukup tinggi sehingga tingkat mortalitasnya rendah, meskipun tidak dikandangkan mampu beradaptasi baik dengan lingkungan tempat tinggalnya.  Hal mana menjadi alasan yang paling mendasar dalam mendukung usaha budidaya rusa seperti dikemukakan oleh Simanjuntak dan Ariaji (1984) yaitu karena merupakan hewan asli Indonesia, dapat hidup di daerah beriklim kering/panas dan mempunyai daya adaptasi yang tinggi.

Catatan:  Disarikan dari laporan praktikum mata kuliah Budidaya Aneka Ternak dan Satwa, dan sebagian data telah dipublikasikan dalam Jurnal Biosfera Fakultas Biologi Unsoed.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: