Monthly Archives: December 2010

Mengamati jenis burung di areal hutan mangrove Raja Ampat, Sorong


Sadik Mayor1 & Freddy Pattiselanno2

Luasan hutan mangrove Papua seluas 3 juta ha menyebar di beberapa daerah diantaranya di Kepulauan Raja Ampat di Sorong.  Fungsi dan manfaat hutan mangrove tidak dapat diragukan lagi karena sebagai suatu kesatuan eksosistem dan pendukung komponen biotik manfaat hutan mangrove antara lain (1) lahan tambak, pertanian dan kolam garam, (2) arena pariwisata dan pendidikan, (3) chips sebagai bahan baku kertas, (4) industri papan dan plywood, (5) sumber kayu bakar dan arang berkualitas dan (6) pendukung kehidupan fauna; ± 52 jenis ikan dan 61 jenis udang, 54 jenis burung berasosiasi dengan mengrove serta sebagai sarang lebah madu (Onrizal, 2006). Hal ini cukup beralasan karena sebagai suatu kesatuan, ekosistem mangrove bukan hanya sebagai penyedia makanan bagi biota, tetapi berperan dalam pendauran serasah yang melibatkan sejumlah besar mikroorganisme yang mampu menciptakan ikllim yang baik bagi kehidupan biota (Ridd et al., 1990).

Sebagai pendukung kehidupan fauna, areal hutan mangrove di Raja Ampat sudah dikenal secara mendunia apalagi kekayaan biota lautnya menyajikan atraksi bawah laut yang terkenal dalam mendukung wisata laut berbasis ekologi.  Namun demikian sisi lain hutan mangrove sebagai habitat burung di Kampung Waisai di bagian selatan Pulau Waigeo belum begitu dikenal. Kampung Waisai dapat ditempuh dengan menggunakan transportasi laut yang terdiri dari speed boad, long boad dan kapal perintis dengan waktu tempuh yang bervariasi dari kota Sorong. Secara geografis Kampung Waisai berada pada pulau Waigeo bagian Selatan dan terletak pada Koordinat 1300 10’ sampai 1310 20’ Bujur Timur dan 00 sampai 00 28’Lintang Selatan.

Continue reading

%d bloggers like this: