Apakah ternak anda sehat?


Freddy Pattiselanno (Laboratorium Produksi Ternak Fakultas Peternakan Perikanan & Ilmu Kelautan Universitas Negeri Papua, Manokwari).

Ternak yang sehat diharapkan akan mampu berproduksi dengan baik sehingga memberikan keuntungan secara ekonomis bagi peternak.  Secara teknis memang diperlukan keahlian khusus untuk penanganan penyakit pada ternak.  Tetapi untuk mengetahui apakah ternak kita sehat atau sakit dapat dilakukan dengan cara yang mudah dan dapat dipraktekkan. Mengenal tipe ternak yang sehat dapat dilakukan secara visual atau dengan mengamati tingkah laku ternak tersebut.  Misalnya saja beberapa indikator yang dapat digunakan antara lain dengan malihat mata, rambut/bulu, kulit, pergerakan dan nafsu makan ternak bersangkutan.

Baiklah kita mengenal ciri ternak sehat dengan mengamati aspek-aspek sebagai berikut:

1.        Mata

Ternak sehat memiliki mata yang bersinar, kondisi bola mat tampak baik, bersih dan tidak terdapat bercak (darah) pada bagian puith/kornea mata serta bersih dari kotoran di sudut-sudut mata.  Posisi bola mata benar-benar berada di tengah, dan mata selalu berekasi cepat dengan pupil jika ada pergerakan di depannya.  Mata akan bereaksi menyempit jika mendapat sinar atau cahaya yang kuat.

2.        Rambut, bulu/kulit

Ternak yang sehat cenderung memiliki bulu yang halus, bersih, mengkilap dengan panjang bulu yang panjangnya sesuai dengan bangsa dan kondisi iklim setempat.  Kualitas bulu/kulit sangat dipengaruhi oleh penyakit kulit yang berakibat pada rontok bulu, luka pada bagian tubuh akibat infeksi yang merusak kulit, serta munculnya bercak-bercak karena adanya peradangan di sekitar luka.

Perubahan warna kulit yang terjadi secara abnormal juga merupakan indikator ternak yang kurang sehat.  Umumnya kerusakan pada kulit banyak disebabkan oleh kekurangan vitamin A yang menyebabkan terjadinya proses penandukan pada kulit.  Kondisi ini umumnya terjadi karena kebersihan ternak yang tidak terjaga, iritasi yang disebabkan oleh luka, infeksi dan peradangan pada kulit yang tidak kunjung sembuh.

3.        Jaringan di bawah kulit

Jaringan di bawah kulit bersifat elastis dan bergerak.  Yang dimaksud ialah pergerakan elastisitas jaringan kulit berfungsi untukmenjaga kesehatan kulit ternak.  Hal ini member pengertian bahwa ketika disentuh kulit ternak sangat kenyal, sehinga sekalipun diremas, posisi kulit akan kembali ke keadaan yang semula (normal). Tingkat elastisitas kulit ternak dipengaruhi oleh berbagai hal diantaranya perubahan jaringan membran oedema. Penyakit kulit yang menyebabkan pecahnya pembuluh darah di bawah kulit karena parasit dan larva lalat adalah salah satu contoh kerusakan jaringan di bawah kulit.

4.        Membran Mukosa

Mukosa dari hidung, rongga atas mulut/lidah dan palatum keras mata dan conjunctiva vestibulum, vagina dan repustuni yang menampakan ternak sehat harus kelihatan spesifik, tidak berbau, halus, mengkilat dan tidak pucat.

5.        Sikap berdiri

Sikap berdiri menggambarkan keseimbangan dan posisi tubuh yang simetris.  Dari berbagai sisi sikap berdiri ternak yang sehat harus seimbang dengan posisi tubuh yang harmonis.  Keserasian bentuk tubuh tampak dari posisi tubuh yang tegak, kuat dan semua bagian tubuh didukung dengan baik oleh kaki yang lurus, kuat serta simetris baik kaki depan dan kaki belakang.  Sikap berdiri ini dengan jelas menunjukkan keadaan tubuh ternak yang simetris, harmonis, padat dan berdiri sesuai dengan posisi yang dapat dilihat dari berbagai sudut pandang.

6.        Gerak

Gerakan menunjukan performans seekor ternak, karena ternak yang cenderung diam dan kurang agresif merupakan ciri ternak yang kurang sehat.  Secara umum ciri-ciri ternak yang sehat dapat dilihat dari penampilannya yang selalu lincah, riang, kuat dan agresif serta menampakkan kepekaan terhadap rangsang atau gerakan asing yang mengganggu ternak.  Ternak yang kurang tanggap atau memberikan reaksi yang lambat terhadap rangsang atau pergerakan asing lainnya mengindikasikan cirri-ciri ternak yang kurang sehat.

7.        Nafsu makan

Ternak yang memiliki nafsu makan yang baik dan cepat beradaptasi dengan pakan yang diberikan adalah salah satu indikator ternak yang sehat.  Kondisi ini sangat baik, karena dengan kemampuan makan yang baik diharapkan akan memberikan kontribusi yang baik juga untuk pertumbuhan ternak yang bersangkutan.

Kemampuan beradaptasi dengan jenis pakan yang bervariasi juga merupakan aspek positif bagi ternak untuk mencapai tingkat pertumbuhan yang optimal.  Hal ini cukup beralasan, karena pada periode tertentu jika ada jenis pakan yang ketersediaannya terbatas, ternak akan dengan dengan mudah menyesuaikan dengan pakan lain yang ketersediaannya cukup.

Bagi peternak yang sudah cukup berpengalaman, deskripsi di atas dapat saja dengan mudah diamati.  Bagi peternak pemula, diperlukan sedikit waktu untuk meningkatkan pengalaman melalui pengamatan terhadap penampilan ternak peliharaan maupun tingkah lakunya.  Pada awalnya mungkin kita belum terbiasa, tetapi seiring dengan pengalaman kita, maka indikator yang dibahas di atas akan dengan mudah kita amati.  Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

 

Catatan: Artikel merupakan bahan bacaan untuk mahasiswa Peternakan dari Buku Ajar Ilmu Tilik Ternak (Pattiselanno & Sambodo, 2005) pada bagian pembahasan PENGENALAN TERNAK SECARA UMUM

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: