Danau Tondano terancam…..?


Freddy Pattiselanno (Alumni Fakultas Peternakan UNSRAT)

This slideshow requires JavaScript.

Konon kisah sepasang insan manusia yang berlainan jenis melanggar larangan orang tua untuk kawin (bahasa Minahasa: kaweng) dengan nekat lari (tumingkas) di hutan. Akibat melanggar nasihat orang tua, maka kembaran Gunung Kaweng kemudian meletus dan membentuk Danau Tondano. Terlepas dari asal usulnya, fungsi danau Tondano yang beragam, menunjukkan betapa lingkungan sekitar danau sangat bergantung pada ekosistem danau Tondano.

Jika dilihat dari aspek keanekaragaman hayati, danau Tondano berperan sebagai habitat penting bagi berbagai jenis hewan dan tumbuhan, diantaranya jenis jenis ikan khas Sulawesi, seperti ikan Payangka dan Nike. Ekosistem daratnya juga memberi kontribusi yang signifikan terhadap keanekaragaman hayati, dan dari berbagai sumber pustaka, diketahui bahwa paling sedikit di daerah sekitar danau ditemukan kurang lebih 31 spesies burung. Dari jumlah tersebut, enam diantaranya dilindungi oleh Uundang-Undang RI, yaitu: Kuntul kecil (Egretta garzetta), Kuntul kerbau (Bubulcus ibis), Elang Paria (Milvus migrans), Elang Bondol (Haliastur indus), Cekakak Sungai (Halcyon chloris) dan Burung-madu sriganti (Nectarinia jugularis).

Saat ini oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI, Danau Tondano ditetapkan sebagai salah satu dari lima belas danau prioritas di Indonesia yang harus segera dipulihkan fungsinya berdasarkan prinsip keseimbangan ekosistem dan daya dukung lingkungannya. Kondisi Danau Tondano saat ini kritis dan berdasarkan kajian yang pernah dilakukan, teridentifikasi berbagai faktor yang mengancam kondisi danau saat ini.

Dengan beragam fungsi yang dimilikinya, upaya pemulihan Danau Tondano tidak semudah yang kita bayangkan. Danau Tondano bukan hanya berfungsi sebagai penyedia air bagi Kabupaten Minahasa, Kota Manado dan daerah sekitarnya, tetapi sumber energi listrik bagi 50.000 rumah di Sulawesi Utara.  Lebih dari itu masyarakat di sekitar danau dan sepanjang DAS Tondano menggantungkan kehidupan mereka melalui suplai air bagi aktivitas pertanian dan perikanan darat mereka.
Oleh karena itu jika kondisi danau tidak segera dipulihkan dan hal ini dibiarkan berlarut-larut, dampak yang ditimbulkan akan lebih memprihatinkan dan biaya rehabilitasi yang diperlukan diperkirakan akan melebihi biaya pemulihan saat ini. Sebagai contoh misalnya, berkurangnya pasokan daya listrik untuk ketiga PLTA (Tonsea Lama, Tanggari I dan Tanggari II) menyebabkan sering terjadinya pemadaman listrik secara bergiliran, atau berkurangnya pasokan air baku untuk diolah oleh Perusahaan Daerah Air Minum yang ikut mempengaruhi suplai air minum bagi para konsumen di Kabupaten Minahasa dan Kota Manado. Selain itu, salah satu masalah terbesar yang dialami Danau Tondano yaitu semakin meluasnya pertumbuhan eceng gondok yang pada akhirnya dapat mengakibatkan pendangkalan danau (Manado Post 30 April 2011).

Dari berbagai faktor penyebab terjadinya degradasi danau, hal mendasar yang perlu segera dilakukan adalah peningkatan kepedulian dan rasa memiliki Danau Tondano sebagai aset dan milik bersama yang perlu dijaga kelestariannya. Setelah kesadaran dan rasa memiliki stakeholder ditingkatkan, selanjutnya pihak penentu kebijakan dalam hal ini pemerintah harus lebih proaktif memainkan perannya. Kebijakan pengelolaan Danau Tondano perlu diwujud nyatakan dalam bentuk Peraturan Daerah (PERDA) yang mengikat semua stakeholder untuk langkah pemulihan aset daerah ini ke depan.

Tentunya walaupun secara administratif Danau Tondano berada di Kabupaten Minahasa, Daerah Aliran Sungai (DAS) dan sub-DAS Danau Tondano melintasi lima Kabupaten/ Kota yaitu Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kota Tomohon, Kota Bitung dan Kota Manado. Oleh karena itu rencana pemulihan Danau Tondano sudah selayaknya dilihat dalam skala lebih luas dengan pendekatan multisektoral dan multidisiplin yang melibatkan Pemerintah Provinsi Sulut, pemerintah kabupaten/kota yang dilintasi oleh DAS dan sub-DAS Danau Tondano, perguruan tinggi, lembaga penelitian, organisasi non-pemerintah serta masyarakat yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ekosistem yang ada. Dengan adanya aturan dan pedoman yang jelas yang bersifat mengikat dan wajib dipatuhi bersama ini, diharapkan pengelolaan ekosistem Danau Tondano dapat berjalan dengan cepat, terarah, dan merupakan sinergi dari berbagai kekuatan elemen masyarakat yang ada.

Pengembangan program yang direncanakan, seyogianya perlu juga mempertimbangkan kemampuan DAS Tondano dalam menjalankan fungsi ekosistem secara berkelanjutan. Pemetaan ekosistem Danau Tondano sesuai dengan kapasitas yang ada perlu dilakukan, misalnya melalui penetapan luas Daerah Tangkapan Air (DTA) yang diperlukan dengan kondisi saat ini, sehingga tidak terjadi tumpang tindih dengan kepentingan lain yang pada akhirnya mengurangi kebutuhan optimal luasan DTA karena dikonversi untuk kebutuhan lainnya.

Keterlibatan semua stakeholder diharapkan akan menghasilkan pemetaan secara menyeluruh menyangkut ekosistem Danau Tondano. Artinya bahwa luas wilayah dan peruntukan dari setiap aktivitas perlu dipetakan secara baik dan terencana, sehingga pengelolaan ekosistem danau yang ramah lingkungan dapat tercipta dalam menunjang kelestarian danau Tondano.

Akhirnya arah pengembangan dan pengelolaan Danau Tondano yang strategis dan berkelanjutan adalah hal yang sangat mendesak untuk ditindak lanjuti. Adalah lebih baik melakukan sesuatu yang berguna saat ini walaupun terlambat, dari pada sama sekali tidak melakukan apa-apa dan pada saatnya nanti kita menyadari bahwa usaha kita untuk mengembalikan kondisi Danau Tondano di waktu mendatang sudah sangat tidak memungkinkan.

 

Catatan:  Naskah lengkap telah dimuat dalam Manado Post Sabtu, 09 Juli 2011, gambar diunduh dari beberapa website

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: