“Molo” dan komunitas pesisir


Freddy Pattiselanno (FPPK UNIPA) & Agustina Y. S. Arobaya (FAHUTAN UNIPA)

This slideshow requires JavaScript.

Teknik penangkapan ikan tradisional di Papua sangat bervariasi antara lain dengan menggunakan sarana transportasi seperti perahu dayung, motor tempel, long boat dan speed boat.  Penggunaan alat ini berkaitan erat dengan tujuan pemenuhan kebutuhan keluarga (subsisten) dan juga sumber pendapatan keluarga nelayan.  Selain itu juga penggunaan alat transportasi ikut menentukan daya jelajah nelayan ke lokasi penangkapan ikan.

Selain alat transportasi, penggunaan alat tangkap juga sangat berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan oleh nelayan tradisional.  Nelayan tradisional di Papua umumnya menggunakan alat tangkap sederhana dan sifatnya turun temurun antara lain pancing, jaring dan kalawai (alat sejenis tombak).  Penggunaan alat selain berkaitan erat dengan teknik penangkapan ikan yang dilakukan oleh nelayan setempat juga berhubungan dengan kondisi musim.

“Molo’ (menurut dialek setempat) artinya menyelam untuk menangkap ikan dengan alat bantu panah untuk memanah ikan.  Molo merupakan teknik penangkapan yang dikenal secara turun temurun biasanya diwariskan kepada generasi yang lebih muda.  Lama waktu menyelam bervariasi tergantung keahlian nelayan yang sering melakukan aktivitas ini.  Yang menarik penyelaman dilakukan tanpa menggunakan alat selam, selain kaca mata selam. Alat bantu lainnya yaitu sejenis panah ikan atau dalam dialek setempat dikenal dengan nama “jubi”.  Jubi biasanya terbuat dari variasi beberapa material antara lain kayu, kawat, karet dan besi.  Pada saat melakukan molo, nelayan biasanya menghabiskan waktu 2-3 jam dengan kedalaman penyelaman yang bervariasi berkisar antara 10-20 menit untuk mendapatkan tangkapan. Karena itu mereka yang sering melakukan aktivitas molo untuk menangkap ikan paling sering mengalami gangguan pendengaran.

Penyelaman biasanya dilakukan pada malam hari saat bulan tidak bersinar terang atau dalam istilah setempat saat “bulan gelap”.  Dalam suasana bulan gelap, diyakini bahwa kepekaan ikan terhadap hadirnya nelayan akan berkurang dan mereka tidak dapat melihat nelayan yang menyelam.  Oleh karena itu jangan heran kalau pada kondisi seperti ini nelayan bisa membawa pulang hasil tangkapan yang cukup baik.

Laju pembangunan kawasan pesisir Papua, saat ini membuka akses ke dan dari daerah-daerah baru yang sebelumnya terisolasi. Hal ini secara tidak langsung ikut pula mempengaruhi penggunaan alat pancing oleh nelayan setempat.  Perkembangan jenis alat tangkap yang digunakan nelayan mulai bergeser ke peralatan modern yang mudah diperoleh dan dijual di kota.  Selain itu terbukanya isolasi daerah juga membuka sejumlah peluang pemasaran hasil tangkapan.  Tak heran jika kondisi ini ikut juga mempengaruhi penggunaan alat yang lebih modern sehingga semakin efisien dalam meningkatkan hasil tangkapan yang pada akhirnya ikut meningkatkan pendapatan nelayan.

Walaupun saat ini ada perkembangan penggunaan alat tangkap yang semakin modern, praktek penangkapan ikan dengan cara-cara tradisional termasuk molo, masih tetap menjadi bagian keseharian kelompok nelayan tradisional skala kecil dengan modal terbatas.  Di satu sisi hal ini sangat memprihatinkan dan memerlukan perhatian serius instansi teknis terkait dalam rangka memacu pengingkatan produksi dan pendapatan nelayan.  Di sisi lain, perkembangan saat ini menjadi salah satu faktor yang secara perlahan mulai menggeser aktivitas dan penggunaan alat tangkap tradisional ke teknik penangkapan yang semakin maju dengan peralatan modern pula.  Molo walaupun bersifat tradisional merupakan teknik peninggalan generasi masa lalu yang perlu dipertahankan dan dilestarikan karena selain ramah lingkungan dan berkelanjutan merupakan kearifan lokal setempat yang memanfaatkan bahan sekitar dengan tujuan utama untuk kebutuhan subsisten.

Catatan:  Artikel lengkap dipublikasikan dalam Warta Konservasi Lahan Basah Edisi Januari 2012: 16-17

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: