Meneliti bersama peternak: Dari, oleh dan untuk peternak


Freddy Pattiselanno (FPPK UNIPA Manokwari) & David Tabuni (Alumni FPPK UNIPA Manokwari).

Membalik paradigma lama

Umumnya kajian yang dilakukan di tingkat peneliti atau ilmuwan sangat bersifat teknis dan terkadang aplikasinya di lapangan membutuhkan rentang waktu yang cukup lama sebelum sampai di tangan pengguna. Oleh karena itu tidak jarang hasil akhir suatu penelitian hanya sampai di ruang baca sebuah perpustakaan di kampus.  Belajar dari pengalaman tersebut, usaha untuk membalik kondisi yang sudah cukup lama berlangsung menjadi suatu tantangan bagi kelangan intelektual di perguruan tinggi sehingga hasil suatu kajian lebih aplikatif dan bersifat partisipatif dengan melibatkan masyarakat pengguna hasil penelitian tersebut.

Dari lapangan ke kelas……!

Realita di lapangan menunjukan bahwa pemanfaatan limbah pasar, limbah rumah tangga dan limbah rumah makan atau penjual gorengan di sekitar kota Manokwari selama ini dipraktekan peternak setempat sebagai pakan bagi ternak babi peliharaan.  Jenis pakan bervariasi mulai dari limbah rumah makan, sisa sayur, kulit pisang, singkong, ampas tahu, limbah pasar ikan dan sisa dapur. Dari sisi efisiensi hal ini menguntungkan peternak, karena kebutuhan akan pakan ternak dapat disuplai dari hasil limbah ini dengan biaya yang sangat rendah.  Limbah dapat diambil setiap saat dalam jumlah yang memadai tanpa mengeluarkan biaya yang tinggi.  Hal lain yang menarik, usaha yang dilakukan ini sekaligus menjawab alternatif pengelolaan limbah pangan yang cenderung meningkat dari waktu ke waktu.

Di sisi lain,Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dijabarkan ke dalam bentuk pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat bagi para pengajar di kampus pada saat sekarang ini akan terasa lebih bermakna jika bisa menjawab kebutuhan masyarakat dalam bentuk pengembangan masyarakat yang bersifat partisipatif.  Hubungannya dengan hal tersebut, kami mencoba untuk memadukan kondisi nyata di lapangan sebagai suatu aspek yang perlu dikaji secara ilmiah dan dikembalikan dalam bentuk aplikasi bagi pengguna dalam hal ini peternak babi lokal di Manokwari.

Dalam semester gasal tahun ajaran 2005 yang lalu ada dua mata kuliah yang mempunyai topik yang relatif sama (Ilmu Lingkungan Ternak untuk Jurusan Produksi Ternak dan Dasar Ilmu Lingkungan untuk Program Diploma Kesehatan Hewan) di Fakultas Peternakan Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Negeri Papua di Manokwari.  Bersama para mahasiswa, tim pengajar dan mahasiswa mendiskusikan topic praktikum yang relevan dengan kondisi masyarakat dan sekaligus dapat diolah  menjadi bahan penelitian yang dapat dikembalikan untuk kebutuhan masyarakat peternak.

Kegiatan ini dimanfaatkan untuk memberikan pengalaman bagi para mahasiswa untuk belajar mengidentifikasi permasalahan, mendesain suatu kegiatan pengumpulan data di lapangan, serta mengolah dan menganalisanya untuk menjadi suatu informasi yang berguna bagi masyarakat.  Kegiatan ini bersifat partisipatif karena data yang diperoleh dari peternak akan dikembalikan kepada peternak sebagai masukan guna pengembangan usaha peternakan mereka.

Kegiatan ini melibatkan dua kelompok mahasiswa yang berbeda (program S1 dan D3) sehingga pengumpulan informasi di lapangan juga dibagi menjadi dua.  Kelompok mahasiswa program Diploma Kesehatan Hewan melakukan identifikasi jenis limbah pangan yang dihasilkan oleh warung makan, penjual gorengan, penjual sayur dan penjual ikan serta mencoba untuk memprediksikan produksi limbah yang dihasilkan serta penanganannya.  Di kelompok lain, mahasiswa Jurusan Produksi Ternak melakukan survey terhadap peternak babi di sepanjang pesisir kota yang memanfaatkan limbah pangan sebagai pakan untuk ternak babi mereka.

Hasil praktikum mahasiswa program Diploma Kesehatan Hewan secara detail disajikan pada Tabel 1.

Tabel 1. Jumlah limbah yang dihasilkan di Manokwari (n = jumlah sampel)

No. Responden sumber Kisaran produksi limbah (kg)
1. Rumah makan / n=10 18 – 30 / hari
2. Penjual gorengan / n=10 9 – 20 / hari
3. Penjual sayuran / n=10 2 – 11 / hari
4. Penjual ikan / n=10 20 – 50 / hari

Pada saat praktikum yang dilakukan oleh mahasiswa Jurusan Produksi Ternak, telah diwawancarai sebanyak 36 (tiga puluh enam) orang peternak responden yang tinggal di pesisir pantai Manokwari.  Dari jumlah tersebut 22 orang diantaranya atau sebesar 61% peternak yang memberikan limbah pangan sebagai pakan basal pada ternak babi peliharaan mereka.  Jenis limbah pangan dan persentase pemanfaatannya oleh peternak disajikan dalam Tabel 2.

Tabel 2.  Persentase peternak yang menggunakan limbah pangan sebagai pakan ternak

No. Jenis limbah Jumlah responden (orang) Nisbah (%)
1. Limbah Pasar Sayur 9 40,9
2. Limbah Pasar Ikan 1 4,5
3. Limbah Rumah Makan 5 22,7
4. Kombinasi 1 & 3 5 22,7
5. Kombinasi 1 & 2 2 9,0

 

Merancang kegiatan partisipatif bersama peternak

Guna mendapatkan informasi yang lebih akurat, sample pakan dari  dua belas peternak yang menggunakan limbah pangan sebagai pakan basal ternak babinya kemudian dikumpulkan dan dikirim ke Balai Penelitian dan Pengembangan Ternak di Ciawi Bogor untuk dianalisis kandungan gizinya. Melalui program kerjasama Potato International Center (CIP) di Bogor, South Australian Agricultural Research Institute (SARDI) dan Australian Center for International Agricultural Research (ACIAR) dan Universitas Negeri Papua (UNIPA) biaya analisa pakan tersebut dapat ditanggulangi.

Setelah hasil analisis pakan diperoleh, rekrutmen terhadap mahasiswa yang berminat melakukan penelitian penggunaan limbah pangan sebagai pakan ternak babi dilakukan sambil mencari peternak yang berniat melakukan kerjasama penelitian dimaksud di peternakannya.  Pada tahapan ini David Tabuni, seorang mahasiswa dengan minat Nutrisi Ternak tertarik untuk melakukan penelitian bekerja sama dengan Bapak Bertus Simamora, seorang peternak babi yang juga salah seorang responden praktikum mahasiswa untuk dicobakan pada ternak babi peliharaanya.

David Tabuni adalah mahasiswa yang berasal dari Lembah Baliem, Jayawijaya yang hidup kesehariannya bergelut dengan ternak babi yang menjadi ternak dominan peliharaan masyarakat setempat di Lembah Baliem Wamena.  Pak Bertus Simamora adalah seorang figur peternak yang juga adalah seorang pendidik di sebuah sekolah dasar di tempatnya tinggal.  Beliau sudah cukup lama malang melintang di dunia peternakan dan sekarang ini menggeluti usaha peternakan babi.

Mencari peternak yang mau bekerja sama sangat sulit, karena jumlah ternak babi peliharaan umumnya tidak mencukupi sebagai ternak percobaan, terkadang tidak dipelihara untuk jangka waktu yang panjang karena permintaan pasar ternak hidup anakan cukup tinggi.  Terpilihnya Bapak Bertus Simamora dengan alasan (1) usaha peternakan babi beliau sering menjadi tempat praktikum mahasiswa peternakan UNIPA, (2) usaha beliau mampu menyediakan jumlah ternak sesuai kebutuhan penelitian dan relatif seragam, serta (3) kesediaan beliau membantu mahasiswa peneliti.

Pak Bertus berkontribusi dengan menyediakan ternak percobaan, pakan  serta fasilitas pemeliharaan ternak yang dapat digunakan selama penelitian berlangsung.  Sedangkan dari kampus, pihak perguruan tinggi memberikan informasi yang berkaitan dengan rencana penelitian serta aspek teknis yang luarannya dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usaha peternakan babi rakyat di Manokwari.  David Tabuni, mahasiswa peneliti dibawah bimbingan dosen pembimbingnya mengumpulkan data yang diinginkan serta membantu pekerja di usaha peternakan tersebut untuk teknis pelaksanaan pengumpulan data di lapangan.  David juga bertanggung jawab untuk mengolah dan menyampaikan datanya dalam bentuk karya tulis yang nantinya dikembalikan ke masyarakat untuk penggunaan lebih lanjut.

Hasil yang diperoleh dan harapan ke depan

David sudah menyelesaikan studinya dan kembali ke kampung halamannya dan telah bekerja sebagai pegawai negeri sipil di tempat kelahirannya. Hasil penelitian David sudah diserahkan kepada Pak Bertus dan beliau menindak lanjuti apa yang diperoleh selama penelitian berlangsung. Secara pribadi kami sudah melakukan kunjungan lapang ke responden peternak yang sampel pakannya dianalisa dan terus melakukan komunikasi yang seirus dengan para peternak guna pengembangan hasil penelitian yang diperoleh.

Lebih lanjut, upaya penyebaran informasi ilmiah melalui majalah ilmiah popular peternakan sudah dilakukan.  Perlu adanya kerjasama dengan instansi teknis terkait (Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahahan Pangan) untuk program pengembangan ternak babi di Manokwari dan sekitarnya.  Apa yang kami peroleh berasal dari peternak, percobaanya dilakukan bersama peternak dan diharapkan hasilnya sebesar-besarnya dimanfaatkan untuk peternak juga.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: