Metode penentuan umur pada ternak


Freddy Pattiselanno (Mengajar Ilmu Tilik Ternak di Fakultas Peternakan Perikanan & Ilmu Kelautan (FPPK) Universitas Negeri Papua (UNIPA) Manokwari

TUJUAN PENENTUAN UMUR

Secara umum, tujuan penentuan umur ternak dapat dijabarkan sebagai berikut:

  • Jika hendak mencari bibit ternak yang baik, maka faktor umur sangat berperan besar sekali.
  • Untuk tujuan pemeliharaan, dengan pengetahuan umur ternak kita dapat memperkirakan sampai umur berapa ternak tersebut masih produktif dipelihara.  Hal ini berguna dalam pengambilan keputusan guna mencari jalan keluar jika ternak yang kita pelihara sudah tidak produktif lagi.
  • Sangat berguna dalam program pengobatan ternak, terutama dalam upaya preventif yang dilakukan agar dapat mencegah ternak yang sehat menjadi sakit.  Erat kaitannya dengan dosis pengobatan yang disarankan dalam program pengobatan ternak
  • Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam proses jual beli ternak.  Dengan kemampuan penentuan umur kita dapat memperkirakan lama produksi yang kita beli atau jual.

PENDEKATAN DALAM PENENTUAN UMUR

Dalam melakukan penentuan umur ternak ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan.  Bervariasinya pendekatan yang digunakan dalam penentuan umur sangat positif, dalam kaitannya dengan keterbatasan recording dan kemampuan peternak dalam memprediksi umur ternak.  Semakin banyak pendekatan yang ada semakin mudah kita dalam memilih metode mana yang sesuai dan kita kuasai dalam menilai umur ternak.

  • Hal utama yang paling membantu dalam penentuan umur yaitu dengan ketersediaan catatan atau recording dari ternak itu sendiri.  Misalnya tanggal lahir, dikawinkan, beranak pertama kali dan seterusnya.
  • Wawancara secara langsung dengan menanyakan kepada pemilik ternak tentang umur ternak yang dimilikinya.  Hal ini sangat tergantung dari kejujuran pemilik ternak
  • Memperhatikan tingkah laku ternak yang akan ditentukan umurnya merupakan salah satu cara yang dapat digunakan guna membantu kita dalam melakukan penentuan umur ternak.  Misalnya ternak yang sehat atau yang masih muda cenderung mempunyai tempramen yang lebih lincah.  Ternak yang sedang berada dalam keadaan birahi akan cenderung sedikit aktif.
  • Mengamati pertumbuhan tanduk adalah salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam pengamatan umur ternak.  Melihat adanya tanda cincin pada tanduk dan proses terbentuknya cincin akan sangat jelas selama ternak tersebut bunting.
  • Melihat pertumbuhan dan struktur bulu juga memberikan kemudahan bagi kita dalam menentukan umur ternak.  Ternak yang masih muda misalnya cenderung memiliki bulu yang agak kasar, tidak teratur dan relatif panjang dibanding ternak yang sudah dewasa yang mempunyai bulu pendek, teratur dan halus.
  • Memperhatikan proses pertumbuhan gigi serta susunan gigi adalah hal yang umum digunakan dalam menentukan umur ternak.  Hal-hal yang dapat diamati meliputi:
Melihat bidang perasahan gigi pada ternak

Melihat bidang perasahan gigi pada ternak

  1. Saat pertama kali munculnya gigi
  2. Pergeseran bidang asah gigi
  3. Saat tanggal atau jatuhnya gigi
  4. Mulai terbentuknya bintang gigi

Secara sederhana rumusan perbandingan susunan gigi pada hewan herbivora dan karnivora dapat digambarkan sebagai berikut:

Perbandingan struktur gigi karnivor dan herbivora

Perbandingan struktur gigi karnivor dan herbivora

Image

PENENTUAN UMUR BERDASARKAN RUMUSAN SUSUNAN GIGI

Orang mengenal tiga macam gigi: gigi seri/incisors(S) atau gigi depan, gigi taring/canine (T) dan gigi geraham yang terbagi atas geraham berganti/premolar (GB) dan geraham tetap/premolar (GT).  Sejalan dengan pertambahan umur sebagian dari gigi itu kemudian berganti dengan gigi lain yang sejenis.  Oleh karena itu gigi dapat juga dibagi atas gigi yang berganti (gigi susu) dan gigi tetap (permanen/ titdak berganti lagi).

Jumlah gigi pada jenis ternak berbeda-beda.  Untuk memudahkan dalam mengingatnya disusunlah “rumus gigi” untuk masing-masing jenis ternak yang hanya disusun setengah bagian saja, karena bagian kiri dan kanan adalah sama.

Berdasarkan susunannya, maka gigi tersusun atas beberapa bagian sebagai berikut:

Struktur gigi

Struktur gigi

Dentine (tulang gigi) kondisinya lebih keras dan merupakan bagian yang terbesar dari keseluruhan gigi

Glazuur (email) menutup dentine yang warnanya putih kehitaman sering juga kekuningan

Cement (semen) merupakan penutup bagian garis gigi seri atau lapisan tipis pada permukaan gigi, pada hewan memamah biak dan anjing hanya terdapat pada akar gigi

Pulpa merupakan bagian inti berwarna kemerahan penuh dengan darah dan urat syaraf

Yang penting untuk diperhatikan dalam menentukan umur ternak adalah gigi serinya.  Pada umumnya gigi itu terdiri atas:

Akar gigi, yaitu bagian yang terletak di dalam lubang yang ada pada rahang atas dan rahang bawah

Tajuk gigi, yaitu bagian gigi yang tersembul dari lubang ke luar dalam rongga mulut

Leher gigi, batas antara tajuk dan akar gigi.

Ada beberapa perbedaan antara gigi seri pemamah biak dan gigi seri kuda.  Karakter gigi seri pemamah biak antara lain:

  • Gigi seri yang baru tumbuh mula-mula hanya mempunyai dua bidang permukaan, yaitu bidang bibir (permukaan gigi yang menghadap ke bibir) dan bidang lidah (permukaan gigi yang menghadap ke lidah).  Kedua bagian itu bertemu satu sama lain pada sebuah pinggir yang tajam seperti halnya pada gigi seri manusia.  Sejalan dengan pertambahan umur, pinggiran yang tajam akan berubah menjadi sebuah bidang baru yaitu bidang perasahan, karena bergeser secara terus menerus dengan pinggir rahang yang tumpul (tidak ada gigi serinya) pada waktu memamah biak.
  • Tajuk gigi, baik pada gigi susu maupun gigi tetap rupanya seperti pacul dan batas antara akar gigi dengan puncak gigi sangat jelas
  • Gigi susu umumnya jauh lebih kecil dari gigi tetap.  Karena gigi tetap besar dan lebar, maka gigi seri tetap itu kebanyakan lebih dikenal dengan sebutan gigi lebar.

 

Catatan: Gambar perbandingan gigi karnivora dan herbivora serta struktur gigi diunduh dari website yang relevan

 

 

 

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: