Banjir Manado, perubahan iklim global dan pembangunan berkelanjutan


Freddy Pattiselanno (Alumni SMA Negeri 1 Manado –1982-1985)

Dampak Banjir ManadoPengalaman banjir Manado di awal tahun 2013 kali ini benar-benar menjadi catatan tersendiri bagi masyarakat dan Pemkot Manado. Pemberitaan banjir baik melalui media lokal dan maupun nasional sungguh menjadi satu tanda tanya besar di tengah-tengah gencarnya pembangunan ekonomi dan bisnis yang cenderung meningkat secara signifikan di Manado.

Apakah pemerintah dan warga Manado tidak siap dengan siklus tahunan curah hujan yang selalu cukup tinggi di setiap awal tahun? Ataukah memang ini terjadi akibat dari perubahan iklim global yang memang di luar kemampuan kita? Mungkinkah ini terjadi karena kita ikut berkontribusi terhadap meningkatnya kerusakan lingkungan? Benarkah karena rendahnya kesadaran kebersihan lingkungan kita menjadi penyebab banjir yang menghilangkan harta benda bahkan sampai merengut nyawa penduduk kota Manado?

Mari kita cermati beberapa aspek yang mungkin perlu menjadi perhatian kita semua sebagai bagian dari pembelajaran bersama untuk menatap Manado ke depan lebih “BERSEHATI”

Sampah menggenang akibat banjirPerubahan iklim global yang akhir-akhir ini menjadi perhatian semua orang bukanlah hal baru. Oleh karena itu dengan peralatan saat ini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan bisa dengan cepat memprediksikan kondisi cuaca di suatu wilayah tertentu. Hasil pantauan bukan hanya bermanfaat untuk mengingatkan warga untuk siaga dengan perubahan cuaca ekstrim yang akan terjadi, tetapi juga penting bagi setiap badan yang berkaitan dengan kondisi siaga untuk siap dengan pananganan awal jika terjadi bencana banjir dan longsor seperti yang saat ini menimpa Manado.

Memang Manado menggiurkan bagi mereka yang hendak mengadu untung, sehingga menarik perhatian orang untuk datang dan berinfestasi di Manado. Peningkatan jumlah penduduk bukan saja memerlukan “space” untuk tempat tinggal tetapi juga untuk tempat berusaha dan mencari nafkah. Hal ini cukup beralasan karena dengan iklim infestasi yang baik seperti Manado banyak infestor yang tertarik untuk menanam modalnya dan melirik peluang bisnis di berbagai sektor usaha.

Pusat BisnisKonsekuensinya, sejumlah besar lahan dikonversi untuk menjadi pusat perdagangan dan bisnis sehingga tidak heran saat ini Manado diperhitungkan sebagai pusat bisnis terbesar untuk kawasan Timur Indonesia

Real estate di ManadoAda banyak infestor yang menanam modal dan kemudian menjadikan Manado sebagai tempat tinggal mereka. Lagi-lagi sejumlah besar lahan kemudian dikonversi menjadi kawasan real estate mulai dari kelas menengah sampai dengan yang tinggi dengan berbagai promosi yang menarik minat masyarakat untuk membelinya. Sebagai contoh misalnya kawasan perumahan dengan berbagai fasilitas di sekitar daerah Mapanget benar-benar telah merubah penampilan kawasan sekitar yang dulunya notabene adalah perkebunan kelapa. Di sisi lain mereka yang tidak mampu membeli rumah di kawasan perumahan akhirnya membangun rumah di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS), yang pada dasarnya menyalahi aturan yang berlaku.

Apapun alasannya, pembangunan yang tidak sesuai peruntukan akan berdampak negatif, misalnya kawasan tersebut rawan longsor atau banjir sehingga struktur tanah tidak mampu menopang beban bangunan. Jika AMDAL dilakukan dengan baik dan benar maka rekomendasi pembangunan juga sesuai dengan penilaian yang dilakukan oleh instansi yang berkompeten.

Membuang sampah di aliran sungaiPertambahan penduduk bukan hanya meningkatkan kebutuhan lahan untuk tempat tinggal dan berusaha, tetapi juga meningkatkan produksi sampah domestik dan rumah tangga. Kemana sampah tersebut dibuang? Apakah semua sampah dibuang pada tempatnya atau sampai ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah? Sekali lagi kebiasaan buruk membuang sampah di aliran sungai dan parit adalah kesalahan besar yang dibuat dan dapat menjadi malapetaka.

Dari apa yang terjadi, sekaranglah saatnya kita semua belajar bersama untuk lebih bersahabat dengan alam sekitar kita. Artinya bahwa keseimbangan alam perlu juga dijaga, kalau mengambil terlalu banyak tanpa meninggalkan apa yang seharusnya menjadi milik maka biaya yang kita bayar akan jauh lebih mahal dari apa yang kita ambil.

Perubahan iklim global terjadi dimana-mana, karena itu kita harus bisa beradaptasi dengan kondisi iklim yang sewaktu-waktu berubah dengan cepat. Mungkin perlu juga dibangun alat peringatan banjir di daerah aliran sugai yang rawan banjir, sehingga masyarakat tetap siaga dan bisa melakukan evakuasi lebih dini.

Perumahan di bantaran sungaiUsaha normalisasi DAS Tondano memerlukan kerjasama dalam skala lebih luas dengan pendekatan multisektoral. Perlu diingat Daerah Aliran Sungai (DAS) dan sub-DAS Danau Tondano melintasi lima Kabupaten/ Kota yaitu Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kota Tomohon, Kota Bitung dan Kota Manado. Hal ini cukup beralasan, karena persoalan di hulu bisa menjadi bencana di hilir. Artinya meskipun di Manado tidak hujan tetapi jika hujan lebat terjadi di Tondano, maka kemungkinan besar Manado akan banjir. Pemanfaatan bantaran sungai untuk membangun rumah akan mempersempit DAS Tondano dan menghalangi laju debit air yang tinggi di musim penghujan.

Menyisakan areal bagi Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota saat ini menjadi urgen, karena selain alasan lingkungan, ruang terbuka hijau juga dapat berfungsi sebagai ruang interaksi masyarakat atau bahkan dapat menjadi sarana rekreasi sendiri yang terjangkau bagi seluruh warga kota. Semoga Manado tetap terus BERSEHATI!

Catatan:

Artikel lengkap dimuat bersambung di Harian Manado Post 9-12 Maret 2013
Gambar diunduh dari beberapa website yang relevan

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: