Pusat keragaman hayati laut dunia dalam bahaya


Freddy Pattiselanno & Agustina Arobaya (Universitas Negeri Papua – UNIPA Manokwari)

Kapala Burung Papua (KBP)

Wilayah KBP (Google Earth)

Wilayah KBP (Google Earth)

Semenanjung Kepala Burung Papua (KBP) terletak di jantung “Coral Triangle(CT) di timur Indonesia, meliputi lebih dari 22,5 juta hektar laut dan pulau-pulau kecil di Papua BaratKBPdikenal sebagai daerah dengan keragaman spesies karang  dan ikan terkayadi dunia. Hal ini pula yang menjadikan kawasan ini sebagai pusat keanekaragaman hayati laut tropis dangkal duniaNamun,kawasan laut ini juga termasuk habitat penting untuk spesies laut yang terancam seperti penyu, hiu, paus, lumba-lumba, duyung dan buaya.

Kekayaan hayati laut KBP

Kekayaan hayati laut KBP

Saat ini kawasan KBP menjadi perhatian dunia, karena selain telah ditetapkan sebagai bagian dari CT, tetapi juga memiliki kakayaan hayati laut yang sangat luar biasa (Short et al., 2007; McKenzie, 2007; Kahn, 2009; Veron et al., 2009; Wallace et al., 2011; Allen & Erdmand, 2012) secara khusus mendukung keanekaragaman dan kondisi populasi yang sehat dari sejumlah species yang masuk dalam daftar “red list” menurut daftar International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Ternyata kebanggaan terhadap potensi KBP akhir-akhir ini agak goyah, karena selama decade terakhir ini, isu lingkungan yang berkaitan dengan ancaman yang dihadapi keragaman hayati laut kawasan telah menjadi perhatian banyak pihak.  Antara tahun 2011 dan 2012, kami melakukan penelitian di 11 desa di Distrik Abun dan Amberbaken di Kabupaten Tambrauw yang masuk dalam kawasan KBP.

Salah satu potensi perairan KBP

Salah satu potensi perairan KBP

Daerah yang kami kunjungi merupakan pantai berpasir yang ekstensif dan hutan dataran rendah pesisir yang berfungsi sebagai habitat peneluran penyu belimbing (Dermochelys coriaceae). Habitat peneluran penyu ini terbentang sepanjang pesisir pantai mulai dari desa Werur di distrik Sausapor hingga ke desa Waibem di distrik Abun.  Penyu belimbing diketahui sebagai salah satu jenis penyu laut dengan tingkat keterancaman yang tinggi di dunia. Selama di lokasi penelitian, kami menyadari bahwa KBP bukan hanya kaya dengan sumberdaya alam yang dapat diperbaharui, tetapi juga minyak, gas dan mineral seperti emas, tembaga dan nikel.

 Ancaman di KBP

 Selama ini kekuatiran sebagian orang hanya terfokus pada ancaman yang datang dari pemanfaatan sumberdaya laut yang tidak terkendali.  Tetapi perhatian yang ditujukan kepada nilai keanekaragaman hayati laut yang tinggi itu saat ini disebabkan karena berkembangnya kekuatiran meningkatkanya ancaman akibat perkembangan yang pesat dari pembangunan.

Propinsi termiskin di Indonesia sampai Maret 2013

Propinsi termiskin di Indonesia sampai Maret 2013

Kita tidak bisa mengelak, bahwa “kemiskinan” terkadang menekan umat manusia untuk melakukan eksploitasi yang tidak terkendali, apalagi seperti di Papua Barat yang sampai dengan Maret 2013 menurut data BPS tergolong dalam delepan provinsi di Indonesia dengan angka kemiskinan tertinggi (26.67 %), kedua setelah saudara sekandung Papua (31.13%). Karena itu jangan heran jika pemerintah daerah sangat tergantung pada industry ekstraktif seperti logging dan tambang.

Konversi lahan untuk pertanian komersial

Konversi lahan untuk pertanian komersial

Berkembangnya bukaan lahan untuk keperluan pertambangan, hak pengusahaan hutan, pertanian komersial disusul dengan konstruksi jalan sepanjang pesisir KBP cepat atau lambat akan memicu terjadinya erosi, pengikisan lapisan atas tanah ke laut, modifikasi kawasan pesisir dan pemindahan sejumlah besar vegetasi yang berdampak terhadap species satwa yang dilindungi baik di darat maupun di laut.

 Potensi ancaman lainnya yaitu sektor pariwisata atau di sekitar Kepala Burung Papua lebih dikenal dengan “marine ecotourism” yang menghubungkan kawasan wisata Raja Ampat, Sorong, Manokwari dan Teluk Cenderawasih di Teluk Wondama dan Nabire.  Berkembangnya sejumlah resort untuk wisatawan dan meningkatnya arus masuk dan keluar kapal pesiar di wilayah Kepala Burung Papua cepat atau lambat akan mempengaruhi kualitas kawasan sebagai kawasan konservasi laut.

Pemindahan vegetasi untuk pembangunan jalan

Pemindahan vegetasi untuk pembangunan jalan

 Hal lain yang perlu mendapat perhatian serius yaitu isu deforestasi dan pengembangan kawasan pesisir yang dikuatirkan merupakan ancaman serius lainnya terhadap kelestarian sumberdaya dan ekosistem pesisir.  Beberapa tahun belakangan ini deforestasi dan pengembangan kawasan pesisir merupakan pemicu perubahan bentang alam yang walaupun tidak dapat diukur tetapi dampaknya dapat diamati dengan jelas misalnya perubahan yang signifikan di daerah aliran sungai, pesisir pantai dan lingkungan pesisir secara umum.

Banjir akibat perubahan bentang alam di DAS

Banjir akibat perubahan bentang alam di DAS

Belum lagi ancaman yang diakibatkan oleh kombinasi berbagai dampak akibat perubahan iklim “climate change” antara lain peningkatan suhu permukaan air laut, fluktuasi perubahan cuaca yang ekstrim dan peningkatan permukaan air laut. Jika kondisi seperti ini dibiarkan terus berlangsung hal ini dapat menjadi ancaman yang serius terhadap penghidupan dan ketahanan pangan masyarakat di sekitar kawasan.

Catatan: Baca artikel lengkap di link berikut:  http://www.thejakartapost.com/news/2013/07/31/the-global-center-marine-biodiversity-peril.html

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: