Mengenal lebih dekat Danau Sentani, salah satu situs budaya & lingkungan di Tanah Papua


Freddy Pattiselanno & Agustina Y.S. Arobaya (Universitas Negeri Papua, Manokwari)

Profil Danau Sentani

Terletak di Kabupaten Jayapura, Propinsi Papua pada ketinggian 70 – 90 m dpl, pada posisi 2o33’- 2o41’ S, 140o38’ – 140o38’ E , Danau Sentani membentang di sepanjang Distrik Sentani Timur, Distrik Sentani dan Distrik Sentani Barat dengan sebagian kecil wilayahnya berada di Distrik Abepura Kota Jayapura. Secara fisik, danau Sentani memiliki luas perairan sekitar 9630 ha dengan kedalaman rata –rata 52 m, dan terletak pada ketinggian 72 m di atas permukaan laut. Gbr 1. Danau Sentani (Google earth)

Sumbangsih Danau Sentani

OLYMPUS DIGITAL CAMERADengan luasan serta kandungan air yang dimilikinya, danau Sentani menyimpan potensi yang beragam diantaranya sebagai (1) Sumber air minum melalui SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) bagi kebutuhan air domestik dan industri sekitar danau; (2) Sumber air untuk keperluan irigasi areal pertanian; (3) Sumber air untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) bagi masyarakat sekitar danau; (4) Habitat sejumlah jenis ikan yang bermanfaat untuk pengembangan usaha di bidang perikanan; (5) Daerah Tujuan Ekowisata Danau (DTED) karena keindahan dan panorama sekitarnya; dan (6) Sarana tranportasi air bagi masyarakat kampung di sekitar wilayah danau.

Kelimpahan dan keragaman species ikan Danau Sentani berdasarkan penelitian Umar dan Makmur (2006) ditunjukkan dalam Tabel 1.

Picture2

Ada apa dengan Danau Sentani?

Meskipun belum ada hasil penelitian yang komprehensif, jenis ikan hiu gergaji yang merupakan salah satu species andalan saat ini sudah tidak ditemukan lagi. Menurut pengakuan masyarakat setempat ikan ini hampir jarang ditemukan keberadaannya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERAPermasalahan lain yaitu menurunnya kualitas air danau akibat semakin meningkatnya erosi dan semakin tingginya pencemaran karena limbah rumah tangga dan industri menyebabkan menurunnya kualitas air danau. Kandungan zat tertentu dalam air danau misalnya tembaga 0,0201-0,1081 mg/L dan zink 0,21-0,36 mg/L telah melebihi Baku Mutu yang ditetapkan pemerintah melalui PP 82 Tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air (PU, 2007).

Erosi dan sedimentasi yang sangat tinggi 94,52 ton/ha/thn disebabkan oleh sifat tanah di DAS Sentani yang pada umumnya terdiri dari jenis tanah yang peka erosi, curah hujan yang tinggi dan kondisi geografi seperti kemiringan lereng yang melebihi 5%.

Masalah utama hidrologi di sungai Sentani adalah sering terjadinya banjir, meningkatnya tingkat kekeruhan air, dan dampak kekeringan panjang selama musim kemarau. Kesemua hal tersebut merupakan ancaman bagi aktifitas masyarakat di sekitar danau.

Hal lain yang menonjol yaitu meningkatnya kondisi lahan kritis di sekitar DAS Sentani. Pertambahan luas lahan kritis ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain penebangan hutan yang tidak terkendali, aktivitas perladangan berpindah masyarakat yang menjadi pemicu kebakaran hutan pada musim kemarau.

Kemana arah pengembangan Danau Sentani?

Arah dan kebijakan yang perlu diperhatikan oleh pemerintah dan para pihak yang terlibat dalam pengelolaan danau Sentani yaitu model pengelolaan yang bersifat menyeluruh, terpadu dan sektoral sebagai suatu sistem yang ikut menunjang keberadaan danau Sentani sebagai situs yang perlu dijaga, dikembangkan dan dilestarikan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERASelain instansi teknis pemerintah seperti dinas-dinas, keterlibatan lembaga pemerintah lain seperti BAPPEDA, BAPEDALDA, BP DAS, Perguruan Tinggi, masyarakat adat, LSM, industri dan pihak swasta perlu dipadu padankan untuk pengembangan agar tidak terjadi tumpang tindih program tetapi tercipta suatu sinergi yang positif. Hal ini cukup beralasan, karena masalah danau Sentani bukan hanya masalah perikanan, tetapi juga masalah lingkungan, kehutanan, pertanian, kesehatan, industri, ekonomi dan bisnis, pariwisata, pemukiman dan tata ruang sehingga menjadi kompleks dan perlu ditangani secara bersama-sama.

Sebagai awal promosi wisata danau, Gubernur Provinsi Papua telah mencanangkan Festival Danau Sentani (FDS) pada tanggal 19-21 Juli 2008. Kegiatan tahunan FDS menjadi tantangan untuk para pihak yang terlibat dalam program pengembangan Danau Sentani untuk tetap menjaga kelestariannya sebagai salah satu situs budaya dan lingkungan di Tanah Papua.

Catatan: Naskah lengkap dipublikasi dalam Warta Konservasi Lahan Basah Vol 21(4): 3, 16, 17 Edisi Oktober 2013

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: