Membaca……..pentingkah?


Freddy Pattiselanno (Universitas Negeri Papua, Manokwari)
 

gambar-2Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat, tanpa disadari kita sudah berada di bulan April. Sangat menyesal karena berbagai kesibukan membuat saya tidak sempat mengisi tulisan pada bulan Maret lalu. Beberapa bulan terakhir ini kesibukan di kampus juga di rumah membuat komitmen saya untuk mengisi tulisan setiap bulan di blog menjadi luntur. Tapi awal bulan ini ketika sedang bekerja di perpustakaan saya sungguh tergugah dengan tulisan yang ditampilkan di pintu masuk perpustakaan “Reading is food for the soul”. Cepat-cepat saya mengambil kamera yang selalu siap di “back pack” saya dan mengambil gambar tulisan tersebut. Petugas perpustakaan yang melihat ulah saya kemudian senyum-senyum sendiri diikuti oleh beberapa pengunjung yang melintas ketika saya mengambil gambar. Apa yang tertulis sungguh menyentuh perasaan saya karena pada tahapan dimana kita akan menulis apa saja (cerita, laporan, opini, tugas, dll) kita membutuhkan kosa kata (vocabulary) yang akan membantu kita dalam mengkonstruksi tulisan kita. Karena itu kalau kita kurang banyak membaca, sudah bisa dibayangkan betapa sulitnya kita meyelesaikan tugas yang memerlukan bahan bacaan sebagai sumber informasi yang dibutuhkan.

Membaca dan kemampuan akademik
baca-3Ada pendapat yang mengatakan bahwa membaca merupakan fondasi dasar pada ketrampilan akademik. Mungkin bagi kita di Indonesia hal ini kurang begitu terasa, tetapi iklim pendidikan di luar negeri membuat siswa dan mahasiswa harus banyak membaca. Sistem tatap muka di kelas memang tetap berlaku, tetapi tugas yang diberikan umumnya menerapkan konsep yang relatif sama yaitu membaca, mensintesis, menganalisis dan memroses informasi untuk menghasilkan suatu laporan dari tugas tersebut. Bahkan tidak jarang tugas yang diberikan mengharuskan kita memiliki jumlah tertentu dari referensi atau literatur yang dikutip dalam laporan kita sebagai syarat. Meskipun saya tidak memiliki data yang pasti, tetapi hasil survey yang dilansir lembaga internasional yang bergerak dalam bidang pendidikan, United Nation Education Society and Cultural Organization (UNESCO) menunjukkan bahwa minat baca penduduk Indonesia masih jauh di bawah negara-negara Asia lainnya.

Budaya membaca
baca-2Negara-negara maju di Amerika, Eropa dan Asia sudah sejak lama menanamkan kebiasaan membaca dalam kehidupan mereka sehingga membaca buku begitu pesat peradabannya. Buku sudah menjadi sahabat yang menemani mereka kemanapun mereka pergi. Kadang kita lihat buku di tangan mereka kala antri membeli karcis, menunggu kereta, di dalam bus, di bandara, kedai kopi dan tempat-tempat lain. Di Indonesia, kebiasaan ini masih sangat langka, walaupun memang terlihat pada mereka yang minat bacanya cukup tinggi. Di zaman sekarang ini, di kalangan remaja di Indonesia kebutuhan membaca sangat intensif dilakukan apabila sedang membutuhkan sumber informasi untuk mengerjakan tugas. Fenomena seperti ini juga sering terjadi pada saat seorang mahasiswa/I sedang dalam proses penyelesaian tugas akhir atau skripsi. Sangat miris memang.

Membaca = makanan bagi jiwa
Tulisan yang tertulis di pintu masuk perpustakaan menggaris bawahi bahwa membaca itu merupakan makanan bagi jiwa. Analoginya, sama seperti tubuh kita membutuhkan makanan sebagai sumber energi atau tenaga yang memampukan kita untuk beraktivitas, membaca juga dibutuhkan jiwa kita untuk mencerdaskan bukan hanya intelektual tetapi juga spiritual, emosional dan kepercayaan diri yang berpadu dengan kerendahan hati.

Beberapa hal penting yang perlu kita inga tbersama:
baca-11. Membaca membuka wawasan kita untuk hal-hal baru yang belum diketahui dan tidak terbayangkan sebelumnya
2. Membaca memberikan pencerahan baru pada pemikiran
3. Membaca mencerdaskan kita dalam berbagai aspek kehidupan yang berdampak terhadap kreatifitas, sikap kritis, analitis dan imajinatif sehingga kita mampu menerapkan dan mengekspresikan
apa yang kita baca.
4. Membaca membentuk kita menjadi seorang yang mandiri dalam mencari pengetahuan.
5. Membaca memberikan kekuatan pada jiwa karena membaca sama dengan “wisata pikiran”
6. Membaca membuat kita lebih sukses

Mungkin anda tidak percaya? Silahkan mencoba!!!!!

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: