Setia hingga akhir


Pembacaan Alkitab: Matius 26: 36-46

Tahun 2016 ini, hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan rohani menjadi bagian perenungan dalam blog ini. Tidaklah berlebihan karena relevan dengan tugas dan pekerjaan di kampus di satu sisi, tetapi juga keterlibatan kami dalam pembinaan mahasiswa di Kampus UNIPA bekerja sama dengan LPMI Manokwari. Lagi pula sebagai warga masyarakat, hubungan sosial dengan sesama juga menanti  kami untuk ikut terlibat dalam pelayanan kerohanian di lingkungan dimana kami berada.

Renungan pribadi  menjadi salah satu kategori baru berisi  bahan perenungan dalam pelayanan kerohanian baik di kampus, maupun di lingkungan gereja dimana kami ikut beribadah. Sejalan dengan Tri Panggilan Geraja: Bersaksi, Bersekutu dan Melayani, pelayanan bagi sesama juga relevan dengan Motto UNIPA “Ilmu Untuk Kemanusiaan” sehingga Renungan Pribadi ini merupakan kesaksian dalam kehidupan bermasyarakat.

Pengantar
Pahlawan Wolter Robert Mongisidi dikenal karena keteguhannya untuk tetap pada pendiriannya dan setia membela tanah air meskipun harus mati di depan regu tembak tentara Belanda.

Saat ini kita sedang berada dalam minggu kedua Kesengsaraan Tuhan Yesus. Suatu tahapan dari rencana jangka panjang karya penyelamatan umat manusia yang harus dilalui Yesus. Dalam memperangati minggu sengsara, kita umat Kristen saat ini diajak untuk merenungkan dan mencoba menempatkan posisi kita dalam posisi Yesus kita menjalani masa kesengsaraan ini.

Penjelasan ayat demi ayat
Bagian pembacaan Alkitan mau menunjukkan kepada kita bahwa Yesus juga adalah manusia yang mengalami rasa cemas bahkan ketakutan yang sangat dalam menjalankan amanat agung yang ditugaskan oleh Bapa di Sorga (ayat 36 bagian akhir dan ayat 37)

Sebagai manusia, Yesus coba untuk bernegosiasi (tawar menawar dengan) Bapa di Sorga supaya cawan yang harus diminumNya dapat berlalu (lihat ayat 39, 42 dan 44). Tetapi bagian ini juga sekaligus mau menunjukkan komitmen yang Yesus nyatakan untuk taat pada perintah BapaNya. Pada bagian akhir permohonanNya Dia katakana “tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki , melainkan seperti yang Kau kehendaki”

berdoa dan berjagalahBerdoa dan berjaga adalah hal yang penting dilakukan orang percaya (ayat 41). Doa adalah senjata utama orang percaya. Karena doa adalah salah satu perlengkapan rohani yang kita butuhkan dalam melawan penghulu dunia yang gelap dan roh jahat di udara (Efesus 6: 12). Karena itu dalam Efesus 6: 18 (Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya). Tuhan Yesus katakan tidak sanggupkah kamu berjaga-jaga dengan Aku satu jam saja?

Tetapi diatas segalanya, bagian firman Tuhan ini juga mau mengajarkan kita betapa pentingnya arti “ketaatan” itu (lihat Ayat 45 bagian akhir dan ayat 46: saatnya sudah tiba, dia yang menyerahkan Aku sudah dekat). Pergumulan dan penderitaan yang Yesus alami sejak dari Getsemani dengat taat diterimaNya sampai pada akhirnya di Golgota. Usaha apapun yang dilakukan tidak sanggup menahan ketaatanNya kepada Bapa yang membuahkan keselamatan bagi umat manusia.

Dari rangkaian pembacaan Alkitab kita dapat dimengerti bahwa Yesus menentukan pilihan untuk meminum cawan penderitaan demi penyelamatan semua umat manusia. Teladan Yesus untuk mengutamakan kehendak Allah merupakan suatu pelajaran berarti bagi kita juga untuk bisa mengutamakan kepentingan bersama dari pada kepentingan diri sendiri.

Aplikasi dalam kehidupan sehari-hari

1. Ketika kita berada dalam keadaan bimbang, takut atau merasa tidak dapat berbuat apa-apa, maka berdoa adalah salah satu hal yang patut dilakukan. Punya kehidupan doa yang baik dan teratur sehingga memberikan kekuatan bagi kita secara pribadi dan keluarga merupakan hal yang penting dalam kehidupan rumah tangga.

kesetiaan2. Pilihan ada pada kita, apakah kita mau mengikuti Yesus atau keinginan dunia ini? Belajar dari pilihan Tuhan Yesus untuk setia dan taat kepada printah BapaNya merupakan teladan yang perlu kita contoh.

3. Kita bisa berusaha dengan segala cara kita untuk mendapatkan sesuatu, menghindar dari sesuatu hal ataupun menginginkan suatu hal yang kita perlukan. Tetapi di atas segalanya itu “kehendak Tuhan adalah yang paling utama”. Kalau Tuhan berkehendak, tidak ada satupun yang mustahil.

bayar harga4. Menjalani hidup bersama Tuhan sebagai orang percaya memerlukan komitmen. Bahkan sampai membayar harga, seperti Yesus yang rela mengangkut dosa dunia sampai mati di kayu salib supaya kehendak Allah terjadi. Kita juga harus membayar harga (menyisihkan waktu, tenaga, dan atau apapun milik kita untuk melayani Dia).

5. Ketaatan merupakan salah satu ukuran yang dipakai bagi orang percaya. Apa yang perlu kita lakukan sebagai orang percaya (menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya)

Mengikuti teladan Yesus memberikan pemahaman baru betapa pentingnya Kesetiaan dan Ketaatan.

Catatan: Gambar diunduh dari web yang relevan.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: