Menjalin kerja sama, menelusuri potensi Peternakan dan Keragaman Hayati Pegaf


Freddy Pattiselanno (Fakultas Peternakan, Pusat Penelitian Keanekaragaman Hayati Universitas Papua, Manokwari)

Sekilas Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf)

Kondisi jalan ke Pegaf

Sebagai bagian dari pembentukan daerah otonomi baru di Tanah Papua, Kabupaten Gunung Arfak dimekarkan dari kabupaten induk Manokwari menurut UU No. 24 Tahun 2012 dan menjadi kabupaten salah satu dari 14 kabupaten/kota yang ada di Propinsi Papua Barat. Kabupaten Pegunungan Arfak memiliki 10 kecamatan/distrik yang menempati daerah dengan luas 2.773,74 km2 serta penduduk berjumlah 23.877 jiwa. Perjalanan saat ini dengan menggunakan kendaraan roda empat sejenis hi-lux dan rangers dapat ditempuh sekitar 5-6 jam sambil berisirahat dan berhenti karena system buka-tutup akibat pekerjaan perluasan ruas jalan dan perbaikan sarana jalan yang sedang dilakukan saat ini.  Jarak tempuh dari ibu kota Kabupaten Pegaf di Anggi sampai ke pusat kota di Manokwari kurang lebih 100 km.

Kerjasama antar lembaga

Diskusi dengan masyarakat tentang potensi peternakan

Tahun 2017 ini sebagai bagian dari kerjasama antara Dinas Peternakan Kesehatan Hewan Provinsi Papua Barat dengan Fakultas Peternakan Universitas Papua untuk Master Plan Peternakan Papua Barat, telah dilakukan survey potensi usaha peternakan di Papua Barat. Kami terlibat dalam pengambilan data di Kabupaten Pegunungan Arfak dan kegiatan dilaksanakan selama bulan April 2017.

Pengambilan sampel tanah dan hijauan

Pengambilan data di lapangan meliputi kondisi biofisik kawasan sesuai dengan rencana pengembangan peternakan di tingkat kabupaten dan provinsi. Selain itu juga dilakukan survey potensi pengembangan komoditi ternak (ruminansia dan non-ruminansia) dan factor pendukung dan penghambat pengembangan peternakan di Pegunungan Arfak.

Sampling tumbuhan di lokasi survey

Sementara itu melalui kerjasama jangka panjang antara Royal Botanical Garden – KEW di Inggris dengan Universitas Papua di Manokwari melalui Pusat Penelitian Keanekaragaman Hayati, pada bulan Juni 2017, juga telah dilakukan survey potensi botani sekaligus melakukan identifikasi wilayah penting tumbuhan tropis di Kepala Burung Papua. Tim peneliti dari Herbarium KEW bekerja sama dengan peneliti dari Pusat Penelitian Keanekaragaman Hayati (Puslit KEHATI) Unipa kali ini lebih terfokus pada potensi sarang semut dan kantong semar di sekitar Pegunungan Arfak.

Kolaborasi tim peneliti KEW dan UNIPA

Survey potensi tumbuhan tropis yang dilakukan yaitu identifikasi wilayah penyebaran dan keragaman spesies sarang semut dan kantong semar (nepenthes). Pada saat yang sama juga dilakukan pengumpulan “seed” – biji dari spesies tumbuhan sebagai bagian untuk mendesain data dasar penyebaran dan keragaman biji tumbuhan tropis di Tanah Papua.

 

Potensi Peternakan dan Tumbuhan Tropis

Potensi hijauan pakan

Pengembangan potensi peternakan di Pegunungan Arfak sangat memungkinkan karena selain memiliki sumber hijauan pakan ternak yang memadai, sumber air sangat mendukung usaha peternakan yang ada.  Sekalipun pengalaman memelihara ternak bervariasi di antara para responden, program bantuan pengadaan ternak bagi masyarakat yang ada merupakan hal positif bagi pengembangan usaha ternak masyarakat.

Identifikasi spesies hijauan

Potensi hijauan pakan yang dapat menopang pengembangan budidaya pakan antara lain Paspalum conjugatum Berg, Cyperus rotundus, Digitaria asecendens, Eleusine indica L., Desmodium soquax Wall, Setaria palmifolia (Koen) Stapf, Panicum sarmentosum Roxb, Penisetum, Ischaemum dan Axonopus dalam persentase yang besar – mayoritas ditemukan hampir merata di kedua lokasi sampel (Andang dan Ubeisa).

Potensi air sungai yang tersedia untuk usaha peternakan

Dari potensi sumber air yang tersedia, unggas air merupakan komoditas peternakan yang dapat dikembangkan sebagai usaha budidaya peternakan alternatif guna menunjang ketahanan pangan masyarakat setempat.  Memang masih diperlukan pendekatan social budaya maupun ketrampilan masyarakat untuk pengembangan komoditi unggas air karena ungags air merupakan hal yang baru bagi masyarakat.  Usaha peternakan yang dikembangkan masyarakat setempat saat ini yaitu unggas – ayam kampung, ternak babi, sapi dan kambing dalam jumlah yang terbatas.

Pengumpulan spesimen tumbuhan

Potensi tumbuhan tropis di Pegunungan Arfak sangat signifikan dan sebanyak 140 specimen tumbuhan telah dikoleksi dari lapangan oleh tim peneliti.  Koleksi biji-bijian tumbuhan tropis yang dikumpulkan di wilayah ini berasal dari 27 spesies tumbuhan, 22 diantaranya memiliki jumlah biji lebih dari 250 – salah satu standar untuk penelitian lanjutan biji-bijian tumbuhan tropis.

Tim Peneliti dengan latar belakang Danau Anggi

Hal menarik yang dicatat dari survey ini yaitu potensi ekoturisme wilayah Pegaf yang mencakup areal tertentu dengan keindahan alamnya seperti habitat alami tumbuhan tropis, potensi wisata Danau Anggi serta beberapa spot yang dapat dikembangkan sebagai areal pengamatan burung – bagian dari daerah burung endemic di Kepala Burung Papua.  Wisata arung jeram juga memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan di wilayah ini – aliran air sungai yang cukup deras yang ditunjang dengan keindahan alam di sepanjang daerah aliran sungai.

Komoditi lokal yang siap dipasarkan ke Manokwari

Pengembangan usaha pertanian khususnya tanaman hias dan sayur-sayuran dataran tinggi adalah potensi lokal Pegaf. Jika diusahakan dengan serius untuk tujuan bisnis skala rumah tangga akan menciptakan peluang bisnis sebagai sumber pendapatan rumah tangga alternative.  Potensi tanaman hias dapat menunjang festival tanaman hias sebagai atraksi ekowisata berbasis hortilkultura.

Langkah selanjutnya?????

Jika pemerintah serius untuk mengembangkan wilayah Pegaf sebagai salah satu lumbung komoditi ternak di Papua Barat, selain ternak ruminansia dan non-ruminansia (Sapi, Kambing dan Babi), potensi sumber air yang tersedia berpotensi untuk menunjang pengembangan ternak unggas air.

Pendekatan social budaya dan skill peternak untuk mengembangkan usaha peternakan skala menengah dengan system semi-intensif perlu dilakukan dengan memperhatikan potensi wilayah yang ada.  Selain itu juga penyiapan lahan yang memadai untuk menjamin ketersediaan pakan yang berkelanjutan perlu mendapat perhatian jika usaha peternakan akan dikembangkan di Pegaf.

Lokasi “selfie” yang potensial

Potensi pemandangan alam yang indah – dengan keragaman tumbuhan tropis, tanaman hias dan sayuran dataran tinggi yang cukup tinggi menjadikan kawasan Pegaf sebagai daerah tujuan wisata yang menarik. Jika disinkronkan dengan potensi Pegaf sebagai daerah burung endemic (DBE), wisata pengamatan burung, wisata danau Anggi dan wisata arung jeram merupakan rangkaian kegiatan ekowisata yang dapat dikembangkan di Pegaf.  Promosi baik oleh pemerintah maupun operator turis yang beroperasi di kawasan ini sangat penting untuk memperkenalkan Pegaf sabagai daerah tujuan wisata di Papua Barat.

Advertisements
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: