Rontok Bulu secara paksa (Force Molting): Program awet muda untuk ayam petelur


Freddy Pattiselanno (Mengajar di Fakultas Peternakan Universitas Papua, Manokwari)

Molting pada ayam petelur

Ayam petelur

Bidang usaha ayam petelur membutuhkan ayam petelur produktif yang menjamin keberlangsungan produksi telur, oleh karena itu pengontrolan terhadap ayam yang produktif harus dilakukan dengan seksama sehingga tingkat produksi telur yang tinggi tetap terjaga. Secara individual, pengamatan terhadap individu ayam dengan melihat tanda pada tubuh ayam tersebut, dapat dijadikan acuan jika mereka sedang berproduksi. Misalnya saja jika jenggernya besar, halus dan merah serta pialnya agak lembut, ini merupakan tanda ayam sedang berproduksi. Atau ayam sedang dan mulai bertelur anusnya agak membesar dan berbentuk oval.

Kejadian fisiologis yang berlangsung secara alamiah, jika dipelajari dengan baik dan dapat diatur akan memberikan keuntungan bagi peternak. Misalnya saja dalam dalam masa hidupnya semua jenis unggas mengalami suatu periode rontok bulu dan digantikan dengan bulu yang baru, atau lebih dikenal dengan MOLTING / PERANGGASAN. Normalnya kejadian ini terjadi sekali dalam setahun. Dan dalam kondisi ini, produksi telur relatif rendah dan bertelurnya tidak berdasarkan siklus reproduksi.

Pada unggas domestikasi seperti ayam petelur yang diarahkan untuk berproduksi telur yang tinggi, seringkali proses molting terjadi secara tidak teratur dalam waktu yang lama bisa mencapai empat bulan. Jika hal ini dibiarkan terus berlanjut, hal ini akan merugikan, karena pada saat molting produksi telur berangsur menurun atau bahkan berhenti sama sekali. Karena itu muncullah usaha untuk melakukan rontok bulu secara paksa “Force Molting”.

Rontok Bulu (Molting)

Molting atau rontok bulu adalah proses alamian pada unggas untuk memperbarui bulu yang lama dengan bulu yang baru. Kejadian ini berhubungan dengan reproduksi, karena umumnya unggas tidak bertukar bulu dan bertelur pada waktu yang bersamaan. Secara alami, ayam petelur yang telah melalui siklus reproduksi tahun pertama, kemampuan bereproduksinya menurun sesuai dengan pertambahan umurnya. Ketika umurnya mencapai 18 bulan, secara alami akan terjadi proses pergantian bulu.

Molting adalah peristiwa alami dan bukanlah akibat dari suatu penyakit, yang mengalami perontokan dan tumbuh kembali pada ayam petelur yang sedang istirahat bereproduksi dengan tujuan memperbaiki kembali kemampuannya bereproduksi di periode peneluran selanjutnya. Hal ini terlihat jelas bila kondisinya dipulihkan kembali kepada keadaan yang normal.

Proses molting secara alamiah

Struktur bulu ayam

Pada ayam, proses molting dapat terjadi dua kali setahun, namun umumnya sekali setahun. Secara alamiah setiap ayam petelur akan menanggalkan bulu primer dari tubuhnya apabila dia telah berproduksi cukup lama. Peristiwa molting dimulai setelah periode produksi pertama bertelur berakhir atau ketika ayam mencapai umur kurang lebih 18 bulan dan umumnya berlangsung selama 8 sampai dengan 12 minggu. Bulu primer adalah bulu yang terdapat pada ayam dan letaknya pada bagian luar apabila sayap dibentangkan dan biasanya berjumlah sepuluh buah. Bulu primer ini dipisahkan dari bulu sekunder oleh sayap poros (axial) pendek, yang tumbuh pada sendi sayap.

Bulu Primer

Ayam yang sedang meranggas atau molting akan melepaskan bulu-bulu primer tersebut dari yang paling dekat dengan axial ke arah luar. Segera setalah buru primer rontok, akan segera tumbuh bulu penggantinya. Sekitar enam minggu, 2/3 dari bulu pengganti tersebut tumbuh. Berdasarkan proses terjadinya rontok bulu, maka peristiwa molting dapat dibedakan menjadi peranggas awal (early molting) dan peranggas akhir (lately molting). Dengan memeriksa bulunya, dapat diketahui apakah ayam tergolong peranggas awal atau akhir.

Peranggas awal artinya bahwa ayam mengalami kehilangan satu bulu primer setiap dua minggu dan sewaktu meranggas, ayam akan berhenti bertelur. Dengan demikian dibutuhkan waktu kurang lebih empat sampai enam bulan untuk memperbaiki semua bulu primernya dan ayam kembali bertelur lagi. Diperlukan waktu sekitar enam minggu untuk bulu primer yang pertama berganti dan dua minggu untuk tiap penambahan bulu lengkap. Bila bulu primer tidak tumbuh lengkap, maka waktu meranggas dihitung dari bulu yang sedang tumbuh. Bulu primer yang baru tumbuh, mencapai setengahnya dari ukuran penuhnya dalam waktu tiga minggu.

Peranggas akhir yaitu ayam mengalami rontok bulu primernya dua atau tiga bulan sebelum tumbuh bulu seluruhnya, dan dalam proses ini, ayam menumbuhkan bulunya dua atau tiga helai sekaligus. Oleh karena itu ayam yang tergolong tipe peranggas awal membutuhkan waktu lebih lama untuk memperbaiki semua bulu primernya dibanding tipe peranggas akhir. Hal mana berpengaruh nyata pada tipe peranggas akhir yang masa tidak produktifnya lebih singkat dibanding peranggas awal.

Faktor penyebab terjadinya molting

Lamanya proses molting terjadi tergantung pada beberapa faktor diantaranya (1) kualitas pakan, (2) keadaan cuaca, (3) praktek pengelolaan dan yang terutama adalah (4) perbedaan sifat keturunan. Perubahan kualitas pakan ikut mempengaruhi keseimbangan kualitas dan kuantintas konsumsi gizi. Pada akhirnya terganggunya keseimbangan akan berdampak terhadap proses produksi yang terjadi. Perubahan cuaca berdampak terhadap lama pancaran dan intensitas sinar matahari. Seperti diketahui, intensitas cahaya merangsang pelepasan dan peningkatan suplai FSH ( follicle stimulating hormone ) yang pada gilirannya nanti, melalui aktivitas ovary mengakibatkan terjadinya ovulasi atau pengeluaran sel telur dan oviposisi peletakkan telur sebelum keluar.

Pengelolaan yang baik dan memenuhi syarat pemeliharaan ayam petelur akan berdampak terhadap kondisi fisik ayam peliharaan. Pengelolaan yang kurang baik dapat mempengaruhi kondisi ayam dalam berbagai bentuk misalnya stress, yang pada akhirnya mempengaruhi produksi telur. Keturunan berkaitan erat dengan tipe ayam petelur yang dipelihara apakah merupakan tipe peranggas awal atau akhir. Perbedaan peranggas awal dan akhir sudah dijelaskan sebelumnya.

Rontok bulu secara paksa (Force Molting) dan manfaatnya

Proses molting pada ayam petelur yang tidak teratur dan berkepanjangan ikut mempengaruhi produksi telur, sehingga peternak bisa merugi. Tetapi ada manfaat penting molting, dimana masa berproduksi dapat diperpanjang sehingga peremajaan dapat ditunda untuk beberapa waktu sehingga dapat meningkatkan kualitas (berat, ukuran, ketebalan, warna kuning telur) dan kuantitas (hen day production).

Besarnya manfaat yang diperolah dari molting, memicu para ahli perunggasan melakukan penelitian guna mencari cara yang tepat untuk memaksimalkan keuntungan yang diperoleh. Usaha yang dilakukan lebih banyak berfokus untuk mempersingkat waktu yang diperlukan pada satu periode molting dan mengupayakan produksi yang maksimal selama proses molting berlangsung. Usaha yang dilakukan para ahli unggas kemudian banyak dipraktekan praktisi dan peternak unggas dan dikenal dengan istilah force molting atau rontok bulu secara paksa.

Usaha yang dilakukan pada force molting yaitu dengan cara memberikan rangsangan secara buatan terhadap ayam petelur tua – babon, sehingga terpaksa mengalami molting. Proses ini dilakukan dengan cara memberikan masa istirahat bagi babon tua setelah masa puncak produksi, kemudian dapat meneruskan produksi telur pada siklus berikutnya. Tiga cara yang dapat dilakukan untuk perontokan bulu secara paksa antara lain:

Air minum

Pembatasan air, dimaksud untuk menibulkan stress akibat kekurangan air. Air yang biasanya diberikan secara adlibitum, dibatasi jumlahnya pada hari pertama dan kedua, kemudian dipulihkan lagi dua hari kemudian. Akibat negative yang dapat terjadi pada musim panas atau kemarau yang berkepanjangan yaitu ayam mudah mengalami dehidrasi yang berujung pada kematiannya.

Pakan

Pembatasan pakan, yaitu dengan cara membatasi pakan yang diberikan selama beberapa hari, dan pakan yang diberikan dalam bentuk biji-bijian. Ini sangat disarankan dan force molting yang dihasilkan akan sempurna.

Pengurangan cahaya atau sinar, yaitu membatasi cahaya yang dihasilkan dari lampu dan hanya menggunakan cahaya matahari atau penerangan alami.

Jika dilihat menurut kondisi iklim kita di tanah air, maka cara pembatasan pakan adalah yang paling memungkinkan diterapkan untuk program rontok bulu paksa karena pelaksanaannya relatif lebih mudah. Hal yang perlu diperhatikan agar program ini dapat berlangsung dengan baik yaitu ayam petelur yang mendapat perlakuan ini harus dalam kondisi yang prima. Dengan kondisi kesehatan yang baik dipastikan ayam yang mengalami rontok bulu secara paksa akan berproduksi dengan baik.

Pelaksanaan force molting ini biasanya dilakukan setelah bulan ke-12 sampai 14 masa produksi. Terkadang program ini dilakukan pada umur produksi 8-10, karena harga telur di waktu mendatang diramalkan baik. Beberapa metode force molting sebagai referensi menurut North (1972) adalah sebagai berikut:
(1) Ayam dipuasakan dari pakan selama 10 hari tanpa pembatasan air minum. Hari ke-11 baru diberikan ransum ayam petelur
(2) Ayam dipuasakan selama 7 hari, 2 hari tidak diberikan air minum, kemudian hari ke -8 diberikan ransum ayam petelur
(3) Ayam dipuasakan selama 10 hari, air minum tidak dibatasi, hari ke-11 sampai dengan 24 diberikan ransum protein rendah, dan pada hari ke -25 diberikan ransum ayam petelur.
(4) Ayam puasa makan selama 10 hari dengan pembatasan air minum pada 4 hari pertama. Ransum tingkat protein rendah diberikan pada hari ke -11 sampai dengan 24, setelah itu baru diberikan ransum ayam petelur.
Dari empat metode yang ditawarkan ini, berdasarkan kajian yang dilakukan, metode nomor dua memberikan hasil yang paling maksimal.

Dari berbagai pengalaman pelaksanaan rontok bulu secara paksa, adalah peningkatan produksi telur secara cepat. Force molting menghilangkan sejumlah lemak tubuh ayam petelur, dan setelah force molting ransum yang diberikan dalam jumlah cukup secara kualitas dan kuantitas akan meningkatkan produksi telur. Selain itu setelah beristirahat bertelur, ayam diberikan kesempatan bertelur setelah force molting secara lebih baik. Secara garis besar, dua keuntungan penting dari program rontok bulu secara paksa adalah:

Keuntungan ekonomi; force molting ikut menekan pembiayaan dan memperpanjang masa produksi. Ayam petelur biasanya diafkir pada pada produksinya mencapai 12 bulan atau akhir masa produksi pertama. Hal ini disebabkan pada masa produksi berikutnya produksi telur akan turun sangat menyolok, sehingga jika dipelihara terus, peternak akan merugi. Dengan modal tambahan yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan membesarkan kuri menjadi ayam dara yang siap bertelur, aplikasi force molting atau rontok bulu secara paksa mampu membuat ayam petelur tua awet memproduksikan telurnya mendekati produktivitas ayam dara.

Keuntungan lainnya adalah jika dibanding molting yang normal, perlakuan force molting mampu mengembalikan produktivitas ayam petelur tua setara dengan ayam dara. Artinya bahwa pelaksanaan peremajaan ayam diperpanjang dan dari hasil penelitian ternyata bahwa di Indonesia ayam petelur tetap awet muda dengan perlakuan rontok bulu paksa hingga 17 bulan. Keuntungan lain yang diperolah adalah periode non-produktif akibat molting 8-12 minggu dapat dipersingkat dengan force molting menjadi sekitar 3-4 minggu. Ayam yang mengalami rontok bulu secara paksa sudah berusia lanjut dan mempunyai daya tahan terhadap penyakit yang lebih baik dibanding ayam dara, sehingga resiko kematiannya sangat rendah. Ini menguntungkan peternak karena dapat mengurangi perhatian dan peternak dapat melakukan aktivitas lainnya.

Bahan Bacaan:
North OM. 1972. Commercial Chicken Production Manual. The Avi Publishing Company, Inc. Westport, Connecticut

Catatan: Gambar diunduh dari website yang relevan

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: