Air, fungsi dan kebutuhannya bagi ayam


Freddy Pattiselanno (Fakultas Peternakan Universitas Papua, Manokwari)

Ternak dan air

Supaya dapat berproduksi dengan baik sesuai dengan potensi genetiknya, ternak harus mendapatkan ransum yang sesuai dengan kebutuhannya. Ransum yang sesuai adalah ransum yang memenuhi syarat dan mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan untuk menunjang kehidupan tetapi juga untuk berproduksi.  Menurut Anggorodi (1979), zat gizi yaitu semua zat yang memelihara proses metabolic tubuh dan salah satu di antaranya adalah air. Air mutlak dibutuhkan oleh ternak untuk mempertahankan kehidupannya teristimewa ternak yangsedang berproduksi.

 

Air H2O

Air yang terdiri dari dua atom Hidrogen dan satu atom Oksigen (H20) merupakan bagian terbanyak dan terpenting pada tubuh ayam. Bagian dari tubuh ayam mengandung lebih kurang 55-75% air, sedangkan telur ayam terdiri dari 66% air. Ini menjadi gambaran bagi kita betapa pentingnya air untuk menjamin produksi daging maupun produksi telur. Terlebih bagi kita di daerah tropis, kebutuhan air merupakan hal yang sangat penting dari segi jumlah dan ketersediaanya. Hal ini cukup beralasan, karena dengan kondisi tenperatur lingkungan di atas 21oC maka konsumsi air akan meningkat juga.


Pada kenyataannya, peternak sering mengabaikan atau bahkan tidak memperhatikan dengan baik kebutuhan ternak akan air. Mungkin karena harganya yang murah dan mudah untuk diperoleh, sehingga kebutuhan ternak akan air sering terabaikan.

Sumber air

Sumber air

Ayam memperoleh air melalui air minum, air yang terdapat dalam pakannya, air metabolic yang didapat sebagai hasil oksidasi pakan dan merupakan sintesa dari molekul yang kompleks dalam tubuh. Pakan yang mengandung cukup air merupakan sumber air yang baik, karena dengan mengkonsumsi pakan yang cukup, ayam sekaligus mengkonsumsi air bagi kehidupannya. Karena itu pengaturan air minum dan pakan secara baik sangat membantu ayam dalam mengkonsumsi air minum dari sumber air yang baik.

Fungsi Air

Karena merupakan syarat mutlak untuk berlangsungnya berbagai proses kehidupan, air menjalankan berbagai fungsi yang sangat vital. Fungsi air di antaranya:
1. Sebagai komponen darah dan cairan limphe yang merupakan bagian paling vital dalam proses kehidupan
2. Sebagai bahan pengangkut zat makanan pada proses pertukaran zat dalam tubuh (metabolisme)
3. Sebagai bahan pengatur stabilitas tubuh
4. Sebagai pelembut bahan makanan sehingga lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh
5. Bagian utama zat dalam tubuh yang meminyaki persendian dan membantu mata untuk dapat melihat den telinga untuk dapat mendengar

Aplikasi vaksin melalui air minum

Disamping fungsi-fungsi yang sudah disebutkan, salah satu fungsi air yang tidak kalah pentingnya adalah sebagai pelarut obat-obatan yang cara pemakaiannya dilarutkan melalui air miunm. Aplikasi obat dengan cara ini dimaksudkan untuk efisiensi waktu, tenaga dan biaya terutama bila jumlah ayam yang dipelihara cukup banyak.
Pengobatan melalui air minum memang mudah dilakukan, tetapi dibutuhkan kecermatan dalam pelaksanaannya. Hal ini wajar, karena banyak factor yang ikut mempengaruhi efektivitas pengobatan melalui air minum di antaranya adalah: kelarutan obat, senyawa kandungan di dalam obat, temperature air dan tingkat konsumsi air minum ayam yang mendapatkan pengobatan.

 

Kebutuhan air 

Makanan ayam mengandung ± 10-12% air sebagai salah satu sumber air yang dibutuhkan ayam. Air yang bersih dan segar secara tetap dibutuhkan. Air yang bersih dan segar secara tetap dibutuhkan ayam untuk pertumbuhan dan produksinya. Banyaknya air yang dibutuhkan seekor ayam ditentukan oleh beberapa faktor antara lain:

  1. Bobot badan; ayam dengan bobot badan lebih berat, membutuhkan air dalam jumlah yang lebih banyak    dibandingkan ayam dengan bobot badan yang ringan
  2. Banyaknya makanan yang dikonsumsi; makanan yang memiliki kandungan air yang tinggi, menyebabkan konsumsi air menjadi berkurang. Ayam dengan tingkat konsumsi yang tinggi akan mengkonusumsi air lebih banyak pula
  3. Umur-fase kehidupan; ayam yang berada pada fase pertumbuhan membutuhkan air 2.5 kali dari konsumsi makanannya. Ayam dewasa atau sedang berada pada fase produksi, kebutuhan airnya 1.5 kali dari konsumsi makanannya pada suhu lingkungan normal
  4. Suhu lingkungan; peningkatan temperature lingkungan dapat menyebabkan terjadinya perubahan pada laju pernapasan dan denyut jantung sehingga aliran darah meningkat.Panas tubuh yang meningkat ini akan dibuang melalui permukaan kulit. Proses pemguapan panas dari tubuh ungags yang terjadi berhubungan erat dengan temperature atau kelembaban lingkungan. Makin panas temperature kandang /lingkungan, jumlah konsumsi air kian bertambah banyak. Biasanya kebutuhan air pada suhu tinggi berhubungan dengan tubuh ayam yang tidak memiliki kelenjar keringat, sehingga kelebihan gelembung udara dalam tubuhnya dikeluarkan melalui pernapasan (panting).

Memelihara intake air

Agar ketersediaan air dapat terjaga dengan baik, beberapa hal yang perlu mendapat perhatian adalah:

  •  Menjaga kestabilan kualitas air, baik kandungan kimia maupun mikrobiologinya. Ayam harus memperoleh air minum yang berkualitas baik, yaitu murni dan tidak mengandung bakteri berbahaya serta tidak berbau dan berasa
  • Menjamin ketersediaan air yang cukup dengan memperhitungkan jumlah ayam, berat badan dan distribusi yang baik
  • Menjaga kestabilan temperature air yaitu sesuai dengan kesukaan ayam berkisar antara (10-12)oC
  • Mengetahui kebutuhan ayam akan air-karena kekurangan air yang sangat drastis, suhu tubuhnya akan turun dan mengalami kematian
  • Mengontrol konsumsi air setiap hari pada cuaca panas

Air minum yang baik

Ayam dan air

 

Air minum secara umum haruslah bersih, tidak berwarna dan berbau, stabil tanpa endapan setelah didiamkan beberapa waktu. Air minum yang baik memiliki pH antara 6-6.7. Air yang digunakan sebagai media pengobatan sebaiknya memiliki pH yang sesuai dengan obat dan biasanya berkisar pada pH 6.7. Air minum yang baik memiliki kadar garam (NaCl) dalam air sebesar 02%.

Pentingnya air bagi ternak

Meskipun mudah diperoleh, kebutuhan air sering diabaikan oleh peternak. Kekurangan air memberi dampak negative bagi kehidupan dan proses produksi ayam. Kelebihan air juga dapat memberikan akibat buruk bagi lingkungan tempat hidup ayam. Tumpahan air bisa membasahi litter dan dapat menjadi media sumber penyakit.

 

Catatan: Gambar diunduh dari web yang relevan

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: