Category Archives: Newspaper

Articles that have been published in local or regional newspapers

SERIUS = Satwa Endemik Papua Rentan Ijin Usaha Ilegal dan Selundupan


Freddy Pattiselanno (Sub-laboartorium Budidaya Satwa Harapan, Fakultas Peternakan UNIPA)

Pendapat berbagai pihak tentang penyelundupan satwa endemik Papua ke luar daerah yang terjadi di Sorong ramai diberitakan di media masa. Selain itu juga harapan akan penyelamatan Cenderawasih sebagai hewan sakral masyarakat Papua sempat mengemuka. Pernyataan-pernyatan dan komentar yang diberikan merupakan masukan berguna bagi pihak-pihak yang terkait dengan perlindungan dan penyelamatan satwa untuk ditindak lanjuti. Mungkin saja hal itu sudah berlangsung lama tetapi baru saja terungkap, sehingga peran aktif semua pihak diperlukan untuk penanganan masalah ini secara serius. Sebenarnya kegiatan ilegal yang dilakukan terhadap satwa liar disebabkan karena nilai yang melekat pada satwa itu sendiri.
Continue reading

Betonisasi Manokwari


Freddy Pattiselanno (Mengajar Pengantar Ilmu Lingkungan di Fakultas Peternakan, Universitas Papua)

Agustina Y.S. Arobaya (Kepala Laboratorium Konservasi dan Lingkungan Hidup Fakultas Kehutanan, Universitas Papua)

Sekilas, Manokwari dalam angka
Berdasarkan data dari BPS Papua Barat (2014), saat ini Manokwari memiliki jumlah penduduk sebanyak 150.179 orang yang tersebar di 160 kampung dan 9 distrik dengan luas kurang lebih 14.448,50 km2.

 

Kota Manokwari di sepanjang Teluk Doreri

Kota Manokwari di sepanjang Teluk Doreri

Pertambahan usia kota Manokwari (8 November 2016 akan berusia 118 tahun) berbanding terbalik dengan luas wilayah administrasinya. Artinya bahwa dengan pertambahan usia, luas wilayah administrasi Manokwari semakin menyusut. UU No. 23/2012 telah menetapkan Distrik Ransiki, Oransbari Neney, Dataran Isim, Momi Waren dan Tahota sebagai bagian dari kabupaten yang baru yaitu Kabupaten Manokwari Selatan dengan luas wilayah 3.041,66km2, ibukota pemerintahan berada di Boundij, Distrik Ransiki.

Continue reading

Menyoal potensi konflik penyelenggaraan “Provinsi Konservasi” Papua Barat


Agustina Y.S. Arobaya (Kepala Laboratorium Konservasi dan Lingkungan) & Freddy Pattiselanno (Peneliti pada Divisi Pembangunan Berkelanjutan – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat)  Universitas Papua Manokwari
 

Mengapa harus menjadi Provinsi Konservasi Papua Barat?

Laporan resmi dari Biro Pusat Statistik menunjukkan bahwa sampai dengan Maret 2013, Papua Barat termasuk dalam delapan provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi (26.7%) kedua setelah Provinsi Papua (31.13%).

Kemiskinan terkadang mendorong manusia untuk memanfaatkan kekayaan sumberdaya alam secara berlebihan untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Karena itu pemerintah sangat bergantung pada industri ekstraktif hasil hutan kayu maupun hasil hutan bukan kayu – HHBK (rotan, getah damar, minyak atsiri dari masoi, gaharu dan kulit lawang). Selain itu industri migas, hak pengusahaan hutan dan pertanian modern menjadi modal sumberdaya alam untuk peningkatan pendapatan daerah.

Continue reading

Pusat keragaman hayati laut dunia dalam bahaya


Freddy Pattiselanno & Agustina Arobaya (Universitas Negeri Papua – UNIPA Manokwari)

Kapala Burung Papua (KBP)

Wilayah KBP (Google Earth)

Wilayah KBP (Google Earth)

Semenanjung Kepala Burung Papua (KBP) terletak di jantung “Coral Triangle(CT) di timur Indonesia, meliputi lebih dari 22,5 juta hektar laut dan pulau-pulau kecil di Papua BaratKBPdikenal sebagai daerah dengan keragaman spesies karang  dan ikan terkayadi dunia. Hal ini pula yang menjadikan kawasan ini sebagai pusat keanekaragaman hayati laut tropis dangkal duniaNamun,kawasan laut ini juga termasuk habitat penting untuk spesies laut yang terancam seperti penyu, hiu, paus, lumba-lumba, duyung dan buaya.

Continue reading

Banjir Manado, perubahan iklim global dan pembangunan berkelanjutan


Freddy Pattiselanno (Alumni SMA Negeri 1 Manado –1982-1985)

Dampak Banjir ManadoPengalaman banjir Manado di awal tahun 2013 kali ini benar-benar menjadi catatan tersendiri bagi masyarakat dan Pemkot Manado. Pemberitaan banjir baik melalui media lokal dan maupun nasional sungguh menjadi satu tanda tanya besar di tengah-tengah gencarnya pembangunan ekonomi dan bisnis yang cenderung meningkat secara signifikan di Manado.
Continue reading

Wildlife, food security and poverty


Freddy Pattiselanno (Fakultas Peternakan Perikanan & Ilmu Kelautan Universitas Negeri Papua, Manokwari)

Indonesia is second after Brazil in terms of ecosystem diversity among 12 “mega-diversity” countries, but is also highlighted as one of seven mega-diversity countries with a disturbing number of threatened species. Wildlife is a critically important resource for meeting the food and livelihood requirements of human communities in many biodiversity-rich regions of the world.

Continue reading

Danau Tondano terancam…..?


Freddy Pattiselanno (Alumni Fakultas Peternakan UNSRAT)

This slideshow requires JavaScript.

Konon kisah sepasang insan manusia yang berlainan jenis melanggar larangan orang tua untuk kawin (bahasa Minahasa: kaweng) dengan nekat lari (tumingkas) di hutan. Akibat melanggar nasihat orang tua, maka kembaran Gunung Kaweng kemudian meletus dan membentuk Danau Tondano. Terlepas dari asal usulnya, fungsi danau Tondano yang beragam, menunjukkan betapa lingkungan sekitar danau sangat bergantung pada ekosistem danau Tondano.
Continue reading

Kuliner Manado-Minahasa mengancam keanekaragaman hayati?


Freddy Pattiselanno (Alumni Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi, Manado)

This slideshow requires JavaScript.

Sulawesi Utara terkenal dengan kulinernya yang sangat unik dan jarang bisa ditemukan di daerah lain di Indonesia.  Sebagai contoh, Manado, sebagai ibukota provinsi Sulut lebih dikenal dengan nama kota “TINUTUAN”.  Identitas kota tinutuan sangat erat dengan salah satu potensi wisata yang cukup dikenal yaitu wisata kuliner.  Hal ini dapat dibuktikan ketika kita berada di Manado, mulai dari warung atau rumah makan yang sederhana sampai dengan restoran berkelas dapat ditemukan di sepanjang jalan, apalagi kalau kita melintas kawasan Boulevard. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Manado, pada tahun 2007 ada sebanyak 30 restoran, 111 rumah makan kualifikasi B  dan 30 rumah makan dengan kualifikasi A sehingga total rumah makan dan restoran yang ada di Manado yaitu 171 (Manado Dalam Angka, 2008).  Jumlah rumah makan dan restoran ini belum termasuk yang ada di Minahasa dan sekitarnya.

Continue reading

Pemanfaatan lahan di Sulut: Antara peluang dan ancaman


Oleh Freddy Pattiselanno

(Alumni dan mantan Sekretaris Senat Mahasiswa (1988-1989) Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi, bekerja di Manokwari Papua Barat)

Percepatan pembangunan di Sulut secara ekonomi memberikan kontribusi yang signifikan terhadap PAD bumi Nyiur Melambai. Pemekaran sejumlah wilayah baru misalnya membuka peluang pengembangan daerah-daerah yang sebelumnya belum dilirik pemerintah. Selain itu pelaksanaan sejumlah even internasional dan nasional memacu pemerintah membangun sejumlah fasilitas yang memadai dan sekaligus menarik minat investor mengembangkan usaha bisnis mereka. Sejauh mana komitmen Pemprov Sulut terhadap irama pembangunan yang sedang berlangsung diselaraskan dengan isu pemanfaatan lahan yang berkelanjutan?

Continue reading

Pasar Tradisional Versus Modern


Oleh : Agustina Y.S. Arobaya*)

Di sejumlah daerah terjadi polemik seputar lokasi dagang para pedagang tradisional. Alias, penentuan lokasi-lokasi khusus bagi pedagang pribumi Papua.Tak jarang terjadi pertentangan yang cukup keras antara pemerintah dan pedagang. Keterbatasan akses menjadi salah satu penghambat usaha para pedagang tradisional.Mereka sering menempati areal sekitar toko atau pasar modern untuk mendapatkan pembeli dari pengunjung pasar modern.
Jarak ke lokasi pasar juga menjadi kendala karena ongkos angkut barang dagangan seperti hasil kebun yang harus dikeluarkan. Ini banyak menyedot pendapatan penjual yang tidak seberapa. Padahal, para pedagang pribumi kebanyakan berjualan sekadar untuk menjawab keperluan hidup sehari-hari.  Fenomenanya menyerupai proses barter: produk yang dijual hanya diubah bentuknya menjadi keperluan rumah tangga.

Continue reading

%d bloggers like this: