Category Archives: Outreach materials

Materials used for outreach program as a part of Tri Dharma Perguruan Tinggi

Dilematis Jalan Trans Propinsi


Freddy Pattiselanno (Universitas Papua Manokwari)

Ekonomi vs Ekologi

Analisa ekonomi tersedianya jaringan jalan yang berkaitan dengan akses pasar serta pertumbuhan ekonomi termasuk kesehatan masyarakat dan perekonomian nasional di negara-negara berkembang telah banyak dipublikasikan. Bagi para ekonom jalan adalah pendekatan “biaya-efektif” guna mempromosikan pertumbuhan ekonomi, mendorong perdagangan skala regional dan nasional sekaligus menyediakan akses terhadap sumberdaya alam dan pengembangan wilayah yang sesuai untuk peningkatan produksi pertanian.
Continue reading

Advertisements

Marine Protected Areas and threats to terrestrial biota


Freddy Pattiselanno (Animal Science Department, Universitas Papua, Manokwari)

Why MPA?
According to the data from FAO (2000), approximately 1 billion people depend on fish as their primary source of animal protein. Indonesia’s 17,508 islands have a range of marine and coastal ecosystems that have been intensively commercial and subsistence utilized for various purposes. Exploitation of the coastal zone has an impact on habitat destruction and over-exploitation that continue to be the major problems facing marine resource in Indonesia.

These factors emphasize the urgent need to implement Marine Protected Area (MPA) management plans as part of an overall program to manage Indonesia’s marine resources. The program began in 1982 as part of the marine conservation effort that expected contributes to the sustainability of the nation’s marine resources.

Continue reading

Bushmeat, a nutritional substitution for farming families along the coast of the Bird’s Head Peninsula of West Papua


Freddy Pattiselanno (Animal Science Laboratory Universitas Negeri Papua – UNIPA, Manokwari)

Farming along the coast

The West Papua Province of Indonesia is included in the top five provinces with high population growth rate in Indonesia. Between 2000 and 2010, the growth rate in West Papua was 3.71%. In general the highlands have become the most densely populated by people more focused on established villages and agriculture. In the lowlands, people have been more able to live by fishing and hunting and the staple of sago ever present in the vast wetland swamps.

A report of the Ministry of Finance (2012) indicated that agriculture contributed significantly on the Gross Regional Domestic Product of West Papua at 21%. This expresses by the engagement of almost households in the rural areas in farming as the major source of income.

Located at the north coast of the Bird’s Head Peninsula (BHP) in West Papua, Indonesia, Amberbaken district (Fig. 1.), contributes on approximately 25% of agricultural products for the Tambrauw regency. Amberbaken has seven villages: Arupi, Wekari, Saukorem, Wasarak, Wefiani, Samfarmun and Imbuan. All households engage in farming with an average crop lands varies in size (in average ± 500m2). The most common farming products consumed and sold is coffee, cocoa, cassava, banana, spices and other crops such tuber, coconut, peanut and vegetables.

Continue reading

Jamu untuk ternak….apa tidak salah?


Freddy Pattiselanno (Laboratorium Peternakan Universitas Negeri Papua, Manokwari)

Jamu adalah sebutan untuk obat tradisional dari Indonesia.  Belakangan populaer dengan sebutan herba atau herbal, karena dibuat dari bahan-bahan alami berupa bagian dari tumbuhan seperti rimpang (akar-akaran), daun, kulit batang dan buah.  Dahulu, minum jamu merupakan tradisi yang dilakukan oleh para puteri keraton Jawa untuk menjaga keindahan tubuhnya.  Tetapi saat ini kebiasaan tersebut telah memasyarakat, sehingga tujuan minum jamu semakin meluas mencakup untuk kesehatan.

Continue reading

Metode penentuan umur pada ternak


Freddy Pattiselanno (Mengajar Ilmu Tilik Ternak di Fakultas Peternakan Perikanan & Ilmu Kelautan (FPPK) Universitas Negeri Papua (UNIPA) Manokwari

TUJUAN PENENTUAN UMUR

Secara umum, tujuan penentuan umur ternak dapat dijabarkan sebagai berikut:

  • Jika hendak mencari bibit ternak yang baik, maka faktor umur sangat berperan besar sekali.
  • Untuk tujuan pemeliharaan, dengan pengetahuan umur ternak kita dapat memperkirakan sampai umur berapa ternak tersebut masih produktif dipelihara.  Hal ini berguna dalam pengambilan keputusan guna mencari jalan keluar jika ternak yang kita pelihara sudah tidak produktif lagi.
  • Sangat berguna dalam program pengobatan ternak, terutama dalam upaya preventif yang dilakukan agar dapat mencegah ternak yang sehat menjadi sakit.  Erat kaitannya dengan dosis pengobatan yang disarankan dalam program pengobatan ternak
  • Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam proses jual beli ternak.  Dengan kemampuan penentuan umur kita dapat memperkirakan lama produksi yang kita beli atau jual.

Continue reading

Kotoran ternak: Tambahan masalah atau tambahan keuntungan?


Freddy Pattiselanno

Mengajar Ilmu Lingkungan Ternak pada Program Studi Diploma III Kesehatan Hewan Fakultas Peternakan Perikanan &Ilmu Kelautan Universitas Negeri Papua Manokwari Email:freddy.pattiselanno@fppk.unipa.ac.id

Pencemaran lingkungan akibat usaha peternakan

Perkembangan usaha peternakan di negera-negara berkembang memberikan dampak ganda. Di satu sisi secara ekonomi usaha peternakan membawa perubahan serta manfaat yang besar. Usaha peternakan (produksi peternakan) adalah bagian penting yang tak terpisahkan bagi umumnya masyarakat petani-peternak di negara-negara berkembang karena kurang lebih 2/3 dari ternak di dunia berada di negara berkembang.

Continue reading

The most importance Ts in hunting: special references from Indonesian New Guinea


Freddy Pattiselanno (Animal Science Laboratory FPPK UNIPA Manokwari)

This slideshow requires JavaScript.




Technique

  • Traditional hunting techniques are highly accommodated (spear, trap, arrow and bow, dog)
  • Weapons are mostly constructed using forest’s materials such as elastic plants, bamboo, plant’s leaves and fibres
  • Combination of more than one technique is usually used in performing hunting

Continue reading

Apakah ternak anda sehat?


Freddy Pattiselanno (Laboratorium Produksi Ternak Fakultas Peternakan Perikanan & Ilmu Kelautan Universitas Negeri Papua, Manokwari).

Ternak yang sehat diharapkan akan mampu berproduksi dengan baik sehingga memberikan keuntungan secara ekonomis bagi peternak.  Secara teknis memang diperlukan keahlian khusus untuk penanganan penyakit pada ternak.  Tetapi untuk mengetahui apakah ternak kita sehat atau sakit dapat dilakukan dengan cara yang mudah dan dapat dipraktekkan. Mengenal tipe ternak yang sehat dapat dilakukan secara visual atau dengan mengamati tingkah laku ternak tersebut.  Misalnya saja beberapa indikator yang dapat digunakan antara lain dengan malihat mata, rambut/bulu, kulit, pergerakan dan nafsu makan ternak bersangkutan.

Continue reading

All about hunting in tropical forests


Freddy Pattiselanno (Animal Science Department Universitas Negeri Papua, Manokwari, Indonesia)

Definition

Hudson (1989) identifies hunting as one of four wildlife production systems based on management intensity. In hunting, animals are captured from the wild usually for subsistence, commercial and recreational or sport purposes.  Different from hunting for sport, subsistence and commercial hunting are important because hunters in tropical forests take a wide variety of animals (Robinson and Bodmer, 1999).

Continue reading

Sekilas tentang kelelawar pemakan buah (Chiroptera; Pteropodidae) di Gunung Meja, Manokwari


1Freddy Pattiselanno & 2Petrus I. Bumbut ( 1FPPK UNIPA & 2FAHUTAN UNIPA)

Gunung Meja

Taman Wisata Alam Gunung Meja (TWGM), memiliki letak yang strategis dan mudah dicapai dengan kendaraan umum dari pusat kota Manokwari, sehingga tingkat aksesibilitas masyarakat ke dalam kawasan cukup tinggi.  Hal ini pula yang menjadi salah satu aspek penentu keeratan interaksi antara masyarakat dengan kawasan lindung ini.  Bukti interaksi yang terbentuk dapat dilihat dari kegiatan pertanian dalam arti luas yang dilakukan masyarakat baik di sekitar dan dalam kawasan TWGM (misalnya produksi tanaman buah-buahan).

Continue reading

%d bloggers like this: