Monthly Archives: November 2011

Kembali ke potensi lokal: Menyoal sumber pangan eksotik Papua


Oleh:  Freddy Pattiselanno

Lektor Kepala pada Mata Kuliah Budidaya Aneka Ternak dan Satwa di Jurusan Produksi Ternak Fakultas Peternakan Perikanan & Ilmu Kelautan (FPPK) Universitas Negeri Papua (UNIPA) Manokwari

Pernyataan “act locally think globally” memberikan kesan yang sangat berarti bagi saya karena dalam pemahaman saya, tidak selamanya sesuatu yang bersifat lokal kurang begitu berarti.  Padahal potensi lokal yang ada terkadang ikut memberikan kontribusi signifikan yang mengglobal.  Di sisi lain sesuatu yang mengglobal sering berdampak negative terhadap potensi lokal yang ada.

Continue reading

Advertisements

Antara Pembangunan, Ke(Hati) dan Isu Separatisme


Freddy Pattiselanno (Penerima Netherlands Fellowship Program Course on Participatory Planning, Monitoring and Evaluation (PPM&E) – Learning for Impact di Wageningen International)

Tanah Papua (Provinsi Papua dan Papua Barat) memiliki luas daratan sekitar 404.660 km2 atau sekitar 42 juta hektar dengan kurang lebih 80% wilayahnya merupakan hutan.  Kondisi ini merupakan cerminan luasan areal yang mengandung kekayaan sumberdaya alam (bahan tambang, minyak, gas bumi serta hutan dan laut) dan sekaligus merupakan pusat sumber keanekaragaman hayati (Kehati) di Indonesia.  Perkiraan terakhir menunjukkan bahwa kekayaan keanekaragaman hayati Papua merupakan 50 persen dari keanekaragaman hayati Indonesia yang meliputi 146 species mamalia, 329 species reptil dan amphibi serta 650 species burung yang menempati dan memanfaatkan ekosistem hutan hujan tropis yang bervariasi sebagai habitat alaminya (Conservation International, 1999).  Kajian para ahli biologi menunjukkan bahwa kondisi hutan alam yang ada menyediakan ekosistem yang bervariasi mulai dari pesisir sampai ke dataran tinggi sebagai habitat yang unik dan spesifik sejumlah flora-fauna endemik.

Continue reading

%d bloggers like this: