Category Archives: Reading Source

All articles or papers that published for reading sources

Aneka Ternak, sumber protein hewani potensial


Freddy Pattiselanno (Mengajar Teknik Pemeliharaan Aneka Ternak di Fakultas Peternakan UNIPA)

Lebah Madu

Lebah Madu

Menurut terminologi, aneka ternak adalah hewan liar yang berpotensi untuk dibudidayakan  tetapi belum lazim dipelihara, diantaranya kelinci, puyuh, lebah madu dan beberapa jenis hewan lainnya.
Continue reading

Biodiversity and cultural diversity richness for creative economy in Papua


Freddy Pattiselanno (School of Animal Science, University of Papua, Manokwari)

Publication about New Guinea

Publication about New Guinea

Scientific scholars have extensively written and acknowledged three foremost richness of Papua. They are biodiversity, cultural diversity and natural resources that play important role in the current modern Papua development.
Continue reading

“Rumah Belajar” untuk konservasi: Pengalaman dari pesisir Kepala Burung Papua


Freddy Pattiselanno (Supervisi KKN UNIPA di Distrik Abun 2016; Pusat Unggulan untuk Pembangunan Berkelanjutan, LPPM UNIPA, Manokwari)

Paragraf pembuka

Sebagian kita tentu sudah pernah mendengar tentang “Rumah Singgah” atau rumah terbuka (Open House). Istilah ini pernah popular beberapa tahun yang lalu seiring dengan gencarnya upaya untuk menangani anak jalanan yang jumlahnya semakin hari semakin bertambah di kota-kota besar di Indonesia.

Continue reading

SERIUS = Satwa Endemik Papua Rentan Ijin Usaha Ilegal dan Selundupan


Freddy Pattiselanno (Sub-laboartorium Budidaya Satwa Harapan, Fakultas Peternakan UNIPA)

Pendapat berbagai pihak tentang penyelundupan satwa endemik Papua ke luar daerah yang terjadi di Sorong ramai diberitakan di media masa. Selain itu juga harapan akan penyelamatan Cenderawasih sebagai hewan sakral masyarakat Papua sempat mengemuka. Pernyataan-pernyatan dan komentar yang diberikan merupakan masukan berguna bagi pihak-pihak yang terkait dengan perlindungan dan penyelamatan satwa untuk ditindak lanjuti. Mungkin saja hal itu sudah berlangsung lama tetapi baru saja terungkap, sehingga peran aktif semua pihak diperlukan untuk penanganan masalah ini secara serius. Sebenarnya kegiatan ilegal yang dilakukan terhadap satwa liar disebabkan karena nilai yang melekat pada satwa itu sendiri.
Continue reading

Meneropong Profil Provinsi Konservasi Papua Barat menggunakan lensa Hari Lingkungan Hidup (HLH) 2016


Oleh: Agustina Y.S. Arobaya (Fahutan UNIPA) & Freddy Pattiselanno (Fapet UNIPA)

Provinsi Konservasi Papua Barat saat ini

Isu tentang Provinsi Konservasi Papua Barat sejak dideklarasikan pada tanggal 19 Oktober 2015 yang lalu bukanlah merupakan hal yang baru bagi setiap lapisan masyarakat di Papua Barat. Dalam setiap kesempatan baik formal maupun informal isu ini terus diperkenalkan dan disosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat oleh pihak pemerintah dan tim POKJA  yang telah dibentuk untuk mengawal dan merencanakan proses penyelenggaraan Provinsi Konservasi Papua Barat.
Continue reading

Menyoal potensi konflik penyelenggaraan “Provinsi Konservasi” Papua Barat


Agustina Y.S. Arobaya (Kepala Laboratorium Konservasi dan Lingkungan) & Freddy Pattiselanno (Peneliti pada Divisi Pembangunan Berkelanjutan – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat)  Universitas Papua Manokwari
 

Mengapa harus menjadi Provinsi Konservasi Papua Barat?

Laporan resmi dari Biro Pusat Statistik menunjukkan bahwa sampai dengan Maret 2013, Papua Barat termasuk dalam delapan provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi (26.7%) kedua setelah Provinsi Papua (31.13%).

Kemiskinan terkadang mendorong manusia untuk memanfaatkan kekayaan sumberdaya alam secara berlebihan untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Karena itu pemerintah sangat bergantung pada industri ekstraktif hasil hutan kayu maupun hasil hutan bukan kayu – HHBK (rotan, getah damar, minyak atsiri dari masoi, gaharu dan kulit lawang). Selain itu industri migas, hak pengusahaan hutan dan pertanian modern menjadi modal sumberdaya alam untuk peningkatan pendapatan daerah.

Continue reading

Napak Tilas Manokwari-Kebar


Oleh: Freddy Pattiselanno (Sub-divisi Peningkatan Kapasitas CoE LPPM Universitas Papua, Manokwari).

Dimana Distrik Kebar?

462

Areal padangan alami

Kebar adalah salah satu distrik yang saat ini masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Tambrauw. Lembah Kebar (132o35’-134o45’BT dan 0o15’-3o25’LS) dikenal karena hampir sebagian besar wilayahnya adalah padang alang-alang dengan beberapa spot merupakan daerah berawa yang berada pada ketinggian 500-600m dpl. Salah satu potensi lembah Kebar adalah populasi rusa yang sebelumnya mendiami hampir sebagian besar lembah Kebar.

Continue reading

Kebutuhan dan rencana pengembangan program pelatihan di kampus


Yonathan Alberto1 Andre Wospakrik1 & Freddy Pattiselanno1,2
1Sub-divisi Peningkatan Sumberdaya – CoE Universitas Papua, Manokwari
2Fakultas Peternakan Universitas Papua, Manokwari

Kebutuhan pelatihan
Sub-divisi Peningkatan Sumberdaya berada dalam Divisi Pembangunan Berkelanjutan merupakan bagian dari LP2M UNIPA saat ini sedang menyusun daftar kebutuhan pelatihan bagi audiens kunci (peneliti pemula dan mahasiswa tingkat akhir) untuk meningkatkan kapasitas sumberdaya di kampus.

Continue reading

Marine Protected Areas and threats to terrestrial biota


Freddy Pattiselanno (Animal Science Department, Universitas Papua, Manokwari)

Why MPA?
According to the data from FAO (2000), approximately 1 billion people depend on fish as their primary source of animal protein. Indonesia’s 17,508 islands have a range of marine and coastal ecosystems that have been intensively commercial and subsistence utilized for various purposes. Exploitation of the coastal zone has an impact on habitat destruction and over-exploitation that continue to be the major problems facing marine resource in Indonesia.

These factors emphasize the urgent need to implement Marine Protected Area (MPA) management plans as part of an overall program to manage Indonesia’s marine resources. The program began in 1982 as part of the marine conservation effort that expected contributes to the sustainability of the nation’s marine resources.

Continue reading

Investasi untuk masa depan sumberdaya manusia Bumi Cenderawasih (Renungan akhir tahun dan Dialog terbuka dengan Pemda Propinsi Papua)


Freddy Edoway (PNS Disperindag Kabupaten Deiyai, Peserta Program DPP 2010 dan saat ini sedang belajar di James Cook University, Australia) & Freddy Pattiselanno (Pengajar di Universitas Negeri Papua (UNIPA) Manokwari dan Peserta Program DPP 2008)

 

Sumberdaya Manusia (SDM) di Tanah Papua dan tantangannya
Tantangan utama dari pelaksanaan Otonomi Khusus (OTSUS) dalam mendukung program pembangunan di Tanah Papua adalah masih kurangnya kapasitas kelembagaan pemerintah dan non-pemerintah dalam melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan. Lemahnya kapasitas kelembagaan pemerintah ini salah satunya disebabkan oleh kondisi sumberdaya manusia yang masih jauh dari apa yang dibutuhkan untuk perencanaan dan pelaksanaan pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua.

Continue reading

%d bloggers like this: