Category Archives: Reading Source

All articles or papers that published for reading sources

Rontok Bulu secara paksa (Force Molting): Program awet muda untuk ayam petelur


Freddy Pattiselanno (Mengajar di Fakultas Peternakan Universitas Papua, Manokwari)

Molting pada ayam petelur

Ayam petelur

Bidang usaha ayam petelur membutuhkan ayam petelur produktif yang menjamin keberlangsungan produksi telur, oleh karena itu pengontrolan terhadap ayam yang produktif harus dilakukan dengan seksama sehingga tingkat produksi telur yang tinggi tetap terjaga. Secara individual, pengamatan terhadap individu ayam dengan melihat tanda pada tubuh ayam tersebut, dapat dijadikan acuan jika mereka sedang berproduksi. Misalnya saja jika jenggernya besar, halus dan merah serta pialnya agak lembut, ini merupakan tanda ayam sedang berproduksi. Atau ayam sedang dan mulai bertelur anusnya agak membesar dan berbentuk oval.

Continue reading

Advertisements

Traveling Edukasi: Belajar sambil menikmati keindahan alam Pegunungan Arfak


Freddy Pattiselanno (Pusat Penelitian Keanekaragaman Hayati Universitas Papua, Manokwari)

Untuk apa traveling?

Melakukan traveling adalah hal yang sangat menggembirakan, dan tidak jarang orang melakukan traveling dengan destinasi tertentu karena keunikan yang dimiliki tempat tersebut. Namun perjalanan kami pada bulan Juni 2017 yang lalu ke Pegunungan Arfak (Pegaf), bukan karena ingin menikmati keunikan tempat yang kami tuju, tetapi melakukan penelitian kerjasama antara Pusat Penelitian Keanekaragaman Hayati (PPKH) Universitas Papua (UNIPA) di Manowari dengan Royal Botanical Garden (RBG) KEW di London. Oleh karena itu tidak seperti program travel  yang biasanya ditawarkan, perjalanan kami ke Pegaf kurang begitu memperhatikan, apa yang menjadi focus utama para “traveler” (keindahan alam, budaya local, kuliner setempat dan atraksi lainnya), tetapi tertuju pada jenis tanaman yang diteliti dan penyebarannya ada di wilayah Pegaf.

Continue reading

Cenderawasih, Kasuari dan Mambruk: Spesies Avifauna yang menjadi ikon Papua (Cenderawasih, Kasuari and Mambruk: Avifauna species as Papua icon)


Freddy Pattiselanno (Pusat Penelitian Keanekaragaman Hayati Universitas Papua)

Sekilas tentang burung

Burung dan lingkungannya

Hubungan burung dan manusia tidak dapat lagi dipungkiri, karena burung dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai tujuan. Sebagai sumber protein hewani,  burung merupakan sumber makanan  penting bagi manusia. Kotoran burung memiliki kandungan tinggi nitrogen, fosfat, dan kalium, tiga nutrisi penting bagi pertumbuhan tanaman. Burung juga memainkan peran menonjol dan beragam dalam cerita rakyat, agama, dan budaya popular dan masih panjang lagi catatan tentang burung dan manusia.

Continue reading

Menjalin kerja sama, menelusuri potensi Peternakan dan Keragaman Hayati Pegaf


Freddy Pattiselanno (Fakultas Peternakan, Pusat Penelitian Keanekaragaman Hayati Universitas Papua, Manokwari)

Sekilas Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf)

Kondisi jalan ke Pegaf

Sebagai bagian dari pembentukan daerah otonomi baru di Tanah Papua, Kabupaten Gunung Arfak dimekarkan dari kabupaten induk Manokwari menurut UU No. 24 Tahun 2012 dan menjadi kabupaten salah satu dari 14 kabupaten/kota yang ada di Propinsi Papua Barat. Kabupaten Pegunungan Arfak memiliki 10 kecamatan/distrik yang menempati daerah dengan luas 2.773,74 km2 serta penduduk berjumlah 23.877 jiwa. Perjalanan saat ini dengan menggunakan kendaraan roda empat sejenis hi-lux dan rangers dapat ditempuh sekitar 5-6 jam sambil berisirahat dan berhenti karena system buka-tutup akibat pekerjaan perluasan ruas jalan dan perbaikan sarana jalan yang sedang dilakukan saat ini.  Jarak tempuh dari ibu kota Kabupaten Pegaf di Anggi sampai ke pusat kota di Manokwari kurang lebih 100 km.

Continue reading

Aneka Ternak, sumber protein hewani potensial


Freddy Pattiselanno (Mengajar Teknik Pemeliharaan Aneka Ternak di Fakultas Peternakan UNIPA)

Lebah Madu

Lebah Madu

Menurut terminologi, aneka ternak adalah hewan liar yang berpotensi untuk dibudidayakan  tetapi belum lazim dipelihara, diantaranya kelinci, puyuh, lebah madu dan beberapa jenis hewan lainnya.
Continue reading

Biodiversity and cultural diversity richness for creative economy in Papua


Freddy Pattiselanno (School of Animal Science, University of Papua, Manokwari)

Publication about New Guinea

Publication about New Guinea

Scientific scholars have extensively written and acknowledged three foremost richness of Papua. They are biodiversity, cultural diversity and natural resources that play important role in the current modern Papua development.
Continue reading

“Rumah Belajar” untuk konservasi: Pengalaman dari pesisir Kepala Burung Papua


Freddy Pattiselanno (Supervisi KKN UNIPA di Distrik Abun 2016; Pusat Unggulan untuk Pembangunan Berkelanjutan, LPPM UNIPA, Manokwari)

Paragraf pembuka

Sebagian kita tentu sudah pernah mendengar tentang “Rumah Singgah” atau rumah terbuka (Open House). Istilah ini pernah popular beberapa tahun yang lalu seiring dengan gencarnya upaya untuk menangani anak jalanan yang jumlahnya semakin hari semakin bertambah di kota-kota besar di Indonesia.

Continue reading

SERIUS = Satwa Endemik Papua Rentan Ijin Usaha Ilegal dan Selundupan


Freddy Pattiselanno (Sub-laboartorium Budidaya Satwa Harapan, Fakultas Peternakan UNIPA)

Pendapat berbagai pihak tentang penyelundupan satwa endemik Papua ke luar daerah yang terjadi di Sorong ramai diberitakan di media masa. Selain itu juga harapan akan penyelamatan Cenderawasih sebagai hewan sakral masyarakat Papua sempat mengemuka. Pernyataan-pernyatan dan komentar yang diberikan merupakan masukan berguna bagi pihak-pihak yang terkait dengan perlindungan dan penyelamatan satwa untuk ditindak lanjuti. Mungkin saja hal itu sudah berlangsung lama tetapi baru saja terungkap, sehingga peran aktif semua pihak diperlukan untuk penanganan masalah ini secara serius. Sebenarnya kegiatan ilegal yang dilakukan terhadap satwa liar disebabkan karena nilai yang melekat pada satwa itu sendiri.
Continue reading

Meneropong Profil Provinsi Konservasi Papua Barat menggunakan lensa Hari Lingkungan Hidup (HLH) 2016


Oleh: Agustina Y.S. Arobaya (Fahutan UNIPA) & Freddy Pattiselanno (Fapet UNIPA)

Provinsi Konservasi Papua Barat saat ini

Isu tentang Provinsi Konservasi Papua Barat sejak dideklarasikan pada tanggal 19 Oktober 2015 yang lalu bukanlah merupakan hal yang baru bagi setiap lapisan masyarakat di Papua Barat. Dalam setiap kesempatan baik formal maupun informal isu ini terus diperkenalkan dan disosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat oleh pihak pemerintah dan tim POKJA  yang telah dibentuk untuk mengawal dan merencanakan proses penyelenggaraan Provinsi Konservasi Papua Barat.
Continue reading

Menyoal potensi konflik penyelenggaraan “Provinsi Konservasi” Papua Barat


Agustina Y.S. Arobaya (Kepala Laboratorium Konservasi dan Lingkungan) & Freddy Pattiselanno (Peneliti pada Divisi Pembangunan Berkelanjutan – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat)  Universitas Papua Manokwari
 

Mengapa harus menjadi Provinsi Konservasi Papua Barat?

Laporan resmi dari Biro Pusat Statistik menunjukkan bahwa sampai dengan Maret 2013, Papua Barat termasuk dalam delapan provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi (26.7%) kedua setelah Provinsi Papua (31.13%).

Kemiskinan terkadang mendorong manusia untuk memanfaatkan kekayaan sumberdaya alam secara berlebihan untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Karena itu pemerintah sangat bergantung pada industri ekstraktif hasil hutan kayu maupun hasil hutan bukan kayu – HHBK (rotan, getah damar, minyak atsiri dari masoi, gaharu dan kulit lawang). Selain itu industri migas, hak pengusahaan hutan dan pertanian modern menjadi modal sumberdaya alam untuk peningkatan pendapatan daerah.

Continue reading

%d bloggers like this: