Monthly Archives: November 2010

Melihat dari dekat pemeliharaan rusa di Manokwari


Freddy Pattiselanno

Laboratorium Produksi Ternak Fakultas Peternakan Perikanan & Ilmu Kelautam

Universitas Negeri Papua Manokwari (UNIPA) Email: freddy.pattiselanno@fppk.unipa.ac.id

Di Indonesia terdapat empat jenis rusa yang menyebar merata dari barat hingga ke timur Indonesia.  Semua jenis rusa masuk dalam daftar satwa yang dilindungi (appendix CITES), kecuali rusa Timor (C. timorensis) tergolong non-appendix.  Schroder (1976) menggolongkan rusa ke dalam kelas Mamalia, ordo Artiodactyla, sub-ordo Ruminansia dan family Cervidae.  Rusa Timor termasuk dalam genus Cervus sub-genus Rusa.

Di Papua, Rusa Timor (Cervus timorensis) merupakan jenis rusa yang diintroduksi oleh Belanda tahun 1928 di Merauke, Manokwari dan selanjutnya menyebar ke seluruh wilayah Papua.  Sebagai hewan yang dilindungi sejak jaman Belanda, peluang pengembangan rusa untuk diternakkan semakin memungkinkan sejak dikeluarkannya SK Mentan No.362/Kpts/TN.120/5/1990. Saat ini pemanfaatan rusa di Papua umumnya untuk memenuhi sumber protein hewani keluarga. Selain itu juga  kepala rusa jantan yang telah diofset menjadi hiasan merupakan sumber penerimaan bagi rumah tangga di derah yang merupakan kantong penyebaran rusa.

Continue reading

Advertisements

Manfaatkan barang bekas untuk peralatan kandang!


Freddy Pattiselanno

Laboratorium Produksi Ternak FPPK UNIPA

Aspek perkandangan memainkan peranan yang tidak kalah penting dalam sistem pemeliharaan ayam.  Setelah penetapan tipe kandang yang akan dibangun, maka langkah selanjutnya yaitu mempersiapkan peralatan kandang yang akan digunakan.  Peralatan kandang komersial banyak dijual di “Poultry Shop” atau sentral peralatan usaha peternakan di kota-kota besar.

Bagi kita di Papua, banyak kendala yang dihadapi untuk membeli peralatan tersebut, karena disamping ketersediaannya yang terbatas, harganya juga relatif lebih mahal.  Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan memanfaatkan barang bekas atau bahan-bahan yang ada di sekitar lingkungan kita.

Penjelasan berikut akan membahas beberapa peralatan kandang yang dibutuhkan dalam sistem pemeliharaan, baik yang dijual secara komersial ataupun melalui pemanfaatan barang bekas dan materi yang tersedia di sekitar lingkungan kita.

Continue reading

Yotefa: dulu, sekarang dan akan datang


Oleh:  Agustina Y.S. Arobaya1 & Freddy Pattiselanno2

Teluk Yotefa

Letaknya yang melingkari sisi timur kota Jayapura dan diapit hutan bakau/mangrove menjadikan Teluk Yotefa sebagai tempat berkembang-biota air seperti udang, kepiting dan udang serta memberikan panorama yang memukau di kawasan perairan Jayapura (Gambar 1)Di sisi lain, hutan bakau di Teluk Yotefa menjadi kawasan penyangga abrasi sungai dan abrasi laut yang mengancam penduduk di kawasan Kampung Tobati dan Kampung Enggros serta Nafri yang merupakan kampung asli masyarakat setempat yang berdiam di sepanjang teluk ini (Gambar 2). Continue reading

Doreri, riwayatmu dulu


Freddy Pattiselanno

Fakultas Peternakan Perikanan & Ilmu Kelautan Universitas Negeri Papua Manokwari

Multifungsi Teluk Doreri

Sejak dahulu, kawasan perairan Teluk Doreri telah dikenal dengan baik sebagai pintu masuk kota Manokwari melalui laut.  Dalam sejarah kota Manokwari, peranan Teluk Doreri sangat popular, karena sejarah pekabaran injil mencatat Teluk Doreri sebagai titik awal pekerjaan misi Agama Kristen di Tanah Papua dimulai ketika kapal zending Eropa merapat di Pulau Mansinam (pulau yang berjarak 15 menit perjalanan motor tempel dari Manokwari).

Continue reading

Pemberdayaan peternakan Kambing PE: Usaha pengembangan kewirausahaan di Kabupaten Sorong


Oleh: Freddy Pattiselanno

Visi penting pembangunan pertanian adalah terwujudnya masyarakat yang sejahtera melalui pembangunan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan dan desentralistis. Khusus pada sub-sektor peternakan, pengembangan seluruh mata rantai agribisnis secara terpadu, berpeluang untuk memperluas dan memperdalam spektrum pembangunan peternakan yang sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja pedesaan dan pemerataan pendapatan.

Pengembangan seluruh mata rantai agribisnis pada sub-sektor peternakan, secara terpadu, berpeluang untuk memperluas dan memperdalam spektrum pembangunan peternakan yang sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja pedesaan dan pemerataan pendapatan serta meningkatkan gizi masyarakat. Dalam kehidupan yang bersifat makro tampaknya ternak ruminansia kecil masih merupakan komponen minor padahal di sisi lain ternak tersebut tetap memainkan peranan penting kearah stabilitas usaha tani kecil.  Akibat dari fenomena ini adalah terciptanya pola pikir peternak yang tetap tradisional karena usaha yang dijalankan belum berorientasi pasar (market oriented) tetapi orientasi sambilan yang berdampak pada jumlah minimal komoditi yang bisa mencapai keuntungan.

Continue reading

Potensi “Makaranga” sebagai pakan ternak


Oleh: Freddy Pattiselanno (Laboratorium Produksi Ternak FPPK UNIPA)


Pendahuluan

Pengembangan usaha peternakan rakyat yang umumnya bersakala kecil dan bersifat tradisional, sudah seharusnya memanfaatkan potensi sumberdaya local khususnya sebagai sumber pakan ternak.  Hal ini dapat dimengerti karena sekitar 80 persen dari biaya produksi usaha peternakan adalah berasal dari pakan.  Salah satu species tumbuhan yang dinilai mampu memberikan kontribusi sebagai sumber pakan ternak ruminansia adalah Mahang (Macaranga) yang cukup tersedia di hutan alam dalam  berbagai jenis.  Di bidang kehutanan, pohon ini dikenal karena potensinya sebagai penghasil kayu komersial.

Continue reading

Pemanfaatan lahan di Sulut: Antara peluang dan ancaman


Oleh Freddy Pattiselanno

(Alumni dan mantan Sekretaris Senat Mahasiswa (1988-1989) Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi, bekerja di Manokwari Papua Barat)

Percepatan pembangunan di Sulut secara ekonomi memberikan kontribusi yang signifikan terhadap PAD bumi Nyiur Melambai. Pemekaran sejumlah wilayah baru misalnya membuka peluang pengembangan daerah-daerah yang sebelumnya belum dilirik pemerintah. Selain itu pelaksanaan sejumlah even internasional dan nasional memacu pemerintah membangun sejumlah fasilitas yang memadai dan sekaligus menarik minat investor mengembangkan usaha bisnis mereka. Sejauh mana komitmen Pemprov Sulut terhadap irama pembangunan yang sedang berlangsung diselaraskan dengan isu pemanfaatan lahan yang berkelanjutan?

Continue reading

%d bloggers like this: